Ilustrasi Gedung KPK/Medcom/Fachri Audhia Hafiez
Ilustrasi Gedung KPK/Medcom/Fachri Audhia Hafiez

ICW: KPK Memasuki Era New Normal

Nasional kpk
Fachri Audhia Hafiez • 28 Mei 2020 18:05
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai melunak dalam upaya penegakan hukum terhadap pelaku korupsi. Hal ini terlihat dari penuntutan terdakwa suap penggantian antarwaktu (PAW) calon legislatif (caleg), Saeful Bahri.
 
"KPK telah melunak dengan para pelaku korupsi. Atau jika menggunakan kosa kata yang sedang populer saat ini bisa dikatakan bahwa KPK telah memasuki era new normal," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2020.
 
Saeful telah dijatuhi vonis selama 20 bulan penjara. Jaksa penuntut umum (JPU) KPK 'cuma' menuntut Saeful dua tahun enam bulan penjara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Penyuap Wahyu Setiawan Divonis 20 Bulan Penjara
 
Putusan ini dinilai menambah daftar panjang vonis ringan perkara korupsi. ICW mencatat sepanjang 2019 rata-rata vonis perkara korupsi hanya dua tahun tujuh bulan penjara.
 
"Vonis rendah terhadap Saeful Bahri sebenarnya juga tidak bisa dilepaskan dari kerja penuntutan KPK yang terlihat menanggap enteng perkara ini," ucap Kurnia.
 
Menurut Kurnia, kinerja Lembaga Antirasuah tak terlepas dari kepemimpinan Ketua KPK Firli Bahuri. Publik dipaksa berdamai dengan situasi kepemimpinan KPK yang dinilai tidak ideal.
 
Kurnia meminta Mahkamah Agung (MA) memperhatikan vonis ringan terhadap koruptor. "Bagaimana mungkin tercipta efek jera yang maksimal bagi pelaku korupsi jika hukumannya saja masih rendah," ujar Kurnia.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif