Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Masyarakat Diminta Hati-Hati Dengan 'KPK Gadungan'

Nasional kpk
Juven Martua Sitompul • 14 Juni 2019 16:33
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menerima pengaduan dari masyarakat terkait aksi petugas 'KPK Gadungan'. Total ada 60 laporan ancaman dari 'KPK Gadungan' yang diterima Lembaga Antirasuah selama cuti Lebaran.
 
"Sejak 23 Mei 2019 hingga hari ini, total terdapat 60 laporan pengaduan masyarakat yang mengatakan dihubungi oleh nomor tidak dikenal dan mengaku sebagai petugas KPK," kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019.
 
Febri mengatakan modus yang digunakan KPK abal-abal ini hampir sama dengan aksi penipuan sebelumnya. Awalnya, kata Febri, korban dihubungi melalui nomor ponsel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Korban kemudian mendengar suara mesin dengan kalimat 'selamat datang di layanan pengaduan KPK dan disampaikan bahwa pelapor mendapatkan surat peringatan dan diarahkan untuk menekan tombol 0 atau angka tertentu.
 
Korban selanjutnya berbicara dengan oknum. Setelah itu, korban diminta menyebutkan nama dan nomor identitas.
 
"Kemudian disampaikan bahwa pelapor terindikasi pencucian uang karena ada dana sebesar Rp3–4 miliar di salah satu bank," kata Febri.
 
Oknum juga menyebut jika uang korban terindikasi kasus korupsi. Korban kemudian dihubungkan dengan oknum lain yang mengaku sebagai anggota polisi di Polda tertentu.
 
"Pelapor ditawarkan jasa untuk membantu agar dapat mengamankan hartanya dan tidak terkait dengan kasus di KPK, pada tahapan ini pelapor akan dimintai nomor rekeningnya," ujarnya.
 
Menurut Febri, sebagian besar nomor pelaku atau 'KPK Gadungan' itu berlokasi di Jakarta. Beberapa nomor handphone yang menghubungi korban, di antaranya 088152150543, 088824125486, 088500768632, 088176007253, 0215238850, 52221703, 62211101853, 0215239203, +601123026455, 0213056975, 0501491871, 021 5234790, dan 021 5236579.
 
Febri mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati jika dihubungi oleh pihak yang mengaku sebagai KPK atau penegak hukum lainnya. Lembaga Antirasuah meminta masyarakat untuk tidak memberikan data atau informasi pribadi.
 
"Segera klarifikasi dengan cara menghubungi call center KPK 198. Jika ada upaya penipuan atau pidana lebih lanjut, silakan langsung melaporkan pada kantor kepolisian terdekat," pungkas dia.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif