Sidang pemeriksaan saksi mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pemeriksaan saksi mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Eks Direktur PT AP II Tiga Kali Terima Suap

Nasional kasus suap
Fachri Audhia Hafiez • 15 Januari 2020 15:31
Jakarta: Eks Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara disebut tiga kali menitipkan uang buat mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Yastrialsyah Agussalam. Uang diberikan pihak swasta Andi Taswin Nur melalui sopir Andra, Endang.
 
Endang mengaku menerima titipan itu di lantai dasar Plaza Senayan, area lobi Mall Ciputra dan Kota Kasablanka. Namun, dia mengaku tidak tahu persis isi amplop.
 
"Saya sih melihat enggak, ya, cuma punya feeling saja itu isinya uang," ujar Endang saat diperiksa sebagai saksi buat terdakwa Darman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Endang mengungkapkan Andra memintanya mengambil titipan dari Taswin. Endang mulanya akan menemui sopir Darman yang kebetulan memiliki nama yang mirip dengannya, Endang Suherman atau disebut Endang Jack.
 
"Ya waktu itu kan enggak jadi (bertemu Endang Jack) jadinya sama Pak Taswin Nur. Saya nerima amplop cokelat," ujar Endang.
 
Endang mengaku Andra menyuruhnya langsung menghubungi Taswin buat menentukan lokasi pengambilan titipan. "Saya suruh telepon (Taswin) saja. 'Kamu atur saja ambil di mana, sempatnya di mana'," beber Endang.
 
Darman Mappangara didakwa menyuap Andra Yastrialsyah Agussalam USD71.000 dan 96.700 dolar Singapura Suap diberikan secara bertahap pada Juli 2019.
 
Darman perintahkan Taswin menyerahkan USD53.000 kepada Andra pada 26 Juli 2019. Kemudian, Taswin diperintahkan menyerahkan USD18.000 ribu pada 27 Juli 2019 dan 96.700 dolar Singapura pada 31 Juli 2019.
 
Suap diduga diberikan untuk mempermulus kontrak kerja PT INTI terkait proyek Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo (PT APP).
 
Darman didakwa melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a dan b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo pasal 64 ayat (1) KUHP pidana.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif