Novanto Prihatin Lagi-lagi Kader Golkar Terjerat Kasus Korupsi

Muhammad Al Hasan 15 Februari 2018 18:05 WIB
partai golkar
Novanto Prihatin Lagi-lagi Kader Golkar Terjerat Kasus Korupsi
Terdakwa kasus korupsi KETP-el Setya Novanto - MI/Ramdani.
Jakarta: Terdakwa kasus korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-el) Setya Novanto prihatin kader Golkar kembali terjerat kasus korupsi. Dia berharap tidak ada lagi kader yang terjerat. 

"Ya kaget juga ya, apalagi Ibu Imas (Bupati Subang Imas Aryumningsih) itu dia sangat berhasil belakangan ya. Selain elektabikitas tinggi dalam pembangunan juga investasi juga cukup meyakinkan. Saya cukup prihatin, kaget juga. Aduh. Menambah orang-orang kita sungguh prihatin, semoga nggak ada tambah-tambah lagi," kata Novanto sebelum sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018. 

Novanto memahami Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tengah gencar memberantas korupsi di tubuh partai pohon beringin. Tentu, ini bertentangan dengan harapan Airlangga. 


"Saya rasa Pak Airlangga juga sudah melakukan instruksi-instruksi," imbuh dia. 

Makanya, dia berharap, kejadian yang menimpa dirinya dan sejumlah kader Golkar lainnya tidak terulang di masa datang. Ia berharap korupsi tidak menjangkiti kader Golkar di musim Pilkada ini khususnya kader muda yang memiliki potensi.

"Kita harap nggak ada lagi. Kasihan juga banyak yang punya potensi tinggi ada masalah. Kita minta supaya kader-kader Golkar se-Indonesia sesuai imbauan KPK supaya jangan sampai terjadi lagi untuk urusan pilkada ini," tutur dia. 

(Baca juga: Bupati Subang Terima 8 Kali Suap)

Novanto mengimbau kepala daerah yang ingin maju dalam Pilkada Serentak 2018 tidak gelap mata. Jangan sampai terjebak hiruk pikuk perizinan yang terkait dengan APBD untuk biaya kampanye. 

"Bukan hanya ingatkan. Saya waktu jadi ketum keliling 253 kabupaten sudah saya bicarakan itu pilkada hati-hati jangan smpai tersangkut dalam hiruk pikuk perizinan yang berkaitan dengan APBD," pungkas dia. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Subang Imas Aryumningsih. Dia terjaring operasi tangkap tangan (OTT) bersama dengan tujuh orang dari unsur swasta dan pegawai Pemkab Subang. Imas diduga menerima suap terkait perizinan pabrik-pabrik di lingkungan Pemkab Subang.  

Pada saat bersamaan, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Fayakhun Andriadi (FA) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan anggaran pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun anggaran 2016.

Fayakhun selaku anggota Komisi I diduga kuat telah menerima fee sebanyak Rp12 miliar atas kepengurusan anggaran Bakamla senilai Rp1,2 triliun. Tak hanya itu, dari proyek ini Fayakhun juga diduga menerima uang sebanyak USD300 ribu.

(Baca juga: Politikus Golkar Tersangka Suap Bakamla)





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id