Polisi merilis penangkapan 26 WNA tersangka penipuan lintas negara. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Polisi merilis penangkapan 26 WNA tersangka penipuan lintas negara. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Polisi Tangkap 26 WNA Pelaku Penipuan Lintas Negara

Siti Yona Hukmana • 16 Maret 2022 07:34
Jakarta: Sebanyak 26 warga negara asing (WNA) ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri. Puluhan orang asing itu diduga terlibat kasus kejahatan tindak pidana penipuan menggunakan sarana media elektronik.
 
"Dittipidum Bareskrim Polri kemarin hari Senin (14 Maret 2022) berhasil mengamankan 26 pelaku penipuan lintas negara," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, Rabu, 16 Maret 2022. 
 
Andi menyebut 26 orang tersebut terdiri dari 22 warga negara Tiongkok, dan 4 lainnya warga negara Taiwan. Dari 26 orang itu, 16 laki-laki dan 10 wanita. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada yang kami tangkap perannya koordinator jaringan dari penipuan lintas negara asal Taiwan bernama Cwang Ming Tang," ungkap Andi. 
 
Menurut Andi, para tersangka ditangkap di lokasi yang berbeda. Sebanyak enam orang diringkus di sebuah rumah kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Penyidik melakukan pengembangan, dan menangkap 19 orang tersangka lain di Penjaringan, Jakarta Utara, dan Jati Karya, Kota Bekasi.
 
Polisi menangkap satu tersangka di Perumahan Harmoni 5 PIK 2. Kemudian, menangkap empat tersangka lagi di Jalan Pluit Utara Raya Nomor 36, Penjaringan, Jakarta Utara. Terakhir, 15 tersangka di perumahan Citra Grand Kawasan Nusa 2 Blok D2 Nomor 10, RT 02 RW 11, Jatikarya, Kota Bekasi. 
 
Andi menuturkan para tersangka melakukan kejahatan tersebut dengan menghubungi 350 orang yang nomornya berada di Tiongkok sejak awal 2021. Para tersangka berpura-pura menjadi operating center. Mereka bertugas mencari nomor handphone dan mengidentifikasi calon korban. 
 
"Kemudian menghubungi baik melalui jaringan seluler atau WA (WhatsApp), mengaku sebagai polisi Tiongkok dan menyebarkan berita bohong," beber jenderal bintang satu itu.
 
Para korban disebut terjaring suatu perkara di kepolisian Tiongkok. Mereka diminta menghubungi polisi Tiongkok dengan nomor telepon tertentu yang sudah ditetapkan sebagai call center.
 
Baca: Sebelum Jadi Afiliator Quotex, Doni Salmanan hanya Buruh Harian Lepas
 
Andi mengatakan dalam melancarkan aksinya pelaku bekerja sama dengan tiga perusahaan untuk membujuk korban melakukan transfer sejumlah uang. Tiga perusahaan itu ialah PT Trading Global Internasional, PT Trio Pilar Trading Indonesia, dan PT Light Trading Internasional. 
 
Kemudian dilakukan tawar menawar agar korban mau mentransfer sejumlah dana yang ditempatkan pada rekening tertentu. Uang hasil kejahatan itu dilakukan pencucian uang dan dikirim ke rekening penampungan.
 
Andi mengungkapkan polisi menyita 29 barang bukti di empat lokasi penangkapan. Mayoritas barang bukti yang disita ialah alat elektronik.
 
Polisi belum menerapkan persangkaan pasal kepada 26 tersangka. Andi mengaku masih berkoordinasi dengan pihak Imigrasi, karena jaringan pelaku penipuan transasional tersebut berada di Tiongkok.
 
"Mengingat kemungkinan hambatan yang akan dihadapi penyidik, kemudian kami bekerja sama dengan teman-teman yang ada di Imigrasi. Sementara ini kita limpahkan ke Imigrasi untuk penanganan lebih lanjut di imigrasi," ungkap dia.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif