Sidang duplik dua terdakwa kasus dugaan suap terkait kepengurusan pajak, Angin Prayitno dan Dadan Ramdani. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang duplik dua terdakwa kasus dugaan suap terkait kepengurusan pajak, Angin Prayitno dan Dadan Ramdani. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Kubu Angin Prayitno Sebut Replik Jaksa Berdasarkan Asumsi

Nasional KPK Kasus Suap perpajakan kasus korupsi Angin Prayitno Aji
Fachri Audhia Hafiez • 27 Januari 2022 17:25
Jakarta: Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Angin Prayitno Aji, menilai replik atau jawaban jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas pleidoinya berdasarkan asumsi. Hal itu disampaikan Angin saat sidang duplik atau menangani replik JPU.
 
"Meminta majelis hakim menolak replik jaksa karena hanya didasarkan pada asumsi dan imajinasi semata," kata penasihat hukum Angin, Syaefullah Hamid, saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Januari 2022.
 
Syaefullah mengatakan JPU tak berkata jujur terkait print out data transaksi customer Dolarasia Kepala Gading dari hasil penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK. Terdapat temuan transaksi penukaran uang Rp3,049 miliar ke dolar Amerika Serikat (AS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Syaefullah, temuan itu berkaitan dengan kasus dua pejabat pada Ditjen Pajak, Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak. Tetapi, data transaksi penukaran uang itu sejatinya sudah disita dalam perkara Angin.
 
"Dari mana asalnya karangan penuntut umum yang menyebutkan bahwa data transaksi tersebut ditemukan dalam perkara Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak?," ujar Syaefullah.
 
Baca: 2 Mantan Pejabat Ditjen Pajak Dituntut 9 dan 6 Tahun Penjara
 
Kubu Angin juga menuding jaksa gagal membuktikan adanya suap dari kuasa PT Panin Bank Veronika Lindawati. Syaefullah menyebut jaksa ingin menyatakan kedatangan Veronika ke Ditjen Pajak guna menegosiasikan nilai pajak dari Rp900 miliar menjadi Rp300 miliar. 
 
Dugaan JPU disebut tidak logis. Karena Veronika mestinya mendatangi Ditjen Pajak sebelum nilai pajak ditetapkan dalam surat pemberitahuan hasil pemeriksaan (SPHP) agar angka tersebut berubah.
 
"Veronika Lindawati mendatangi Ditjen Pajak pada tanggal 24 Juli 2018, sehari setelah SPHP ditetapkan pada tanggal 23 Juli 2018. Nilai pajak dalam SPHP sebesar Rp303 miliar bahkan bertambah menjadi Rp307 miliar pada saat surat ketetapan pajak (SKP) terbit," ucap Syaefullah.
 
Sebelumnya, JPU mengonfirmasi perolehan nilai pajak PT Panin Bank yang turun drastis dari Rp900 miliar menjadi Rp300 miliar. Nilai itu turun setelah Veronika beberapa kali menyambangi Ditjen Pajak.
 
"Ibu enggak bawa data, power apa (yang dimiliki), ini pertanyaannya. Ibu Veronika (punya) power apa, bawa data (saja) tidak, bawa muka saja (ke kantor pajak). Apa yang dilakukan pemeriksa pajak, ibu tanya enggak jadi Rp300 miliar ke Marlina (Chief Financial Officer PT Panin Bank, Marlina Gunawan)?," ujar salah satu JPU KPK di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 16 November 2021.
 
Menurut Veronika, Marlina justru heran karena nilai pajak tersebut seharusnya Rp0. Nilai pajak yang sudah dipangkas Rp600 miliar itu dibawa ke pengadilan oleh perusahaan.
 
"Ibu Marlina merasa itu harusnya nol, dan kita akan fight ke pengadilan. Boro-boro Rp900 miliar, Rp300 miliar (saja) kita tidak mau," ucap Veronika.
 
Pada perkara ini, Angin dituntut hukuman penjara selama sembilan tahun serta denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Sedangkan, terdakwa lainnya eks Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani, dituntut enam tahun bui serta denda Rp350 juta subsider lima bulan kurungan.
 
Keduanya juga dikenakan membayar uang pengganti sejumlah Rp3,375 miliar. Lalu, 1.095.000 dolar Singapura atau sekitar Rp11,198 miliar bila dihitung dengan kurs tahun 2019 sebesar Rp10.227 per dolar Singapura. Sehingga, total yang mesti dibayar Rp14,573 miliar.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif