Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.

KPK Segera Limpahkan Berkas Idrus ke JPU

Nasional OTT KPK Korupsi PLTU Riau-1
Kautsar Widya Prabowo • 27 Desember 2018 05:36
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan segera melimpahkan berkas tersangka Idrus Marham terkait suap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. Pelimpahan berkas Idrus ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dilakukan Komisi Antirasuah dalam waktu dekat.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan saat ini pihaknya masih mendalami beberapa temuan pada fakta yang telah diungkapkan KPK. Salah satunya mendalami skema kerja sama dalam pembiayaan bersama dalam proyek PLTU Riau-I.

"Bagaimana skema mendapatkan kerja sama dan perjanjian yang dilakukan oleh konsorsium dan kami sedang lakukan proses finalisasi penyidikan,"ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Selain itu, hal lain yang perlu diperdalam adalah pada beberapa tahapan verifikasi informasi yang sebelumnya telah didapatkan. Terkait dengan skema kerja PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) atau anak perusahan PT PLN. "Jadi sifatnya lebih penjaman bukti karena (berkas) IM sudah tahap finalisasi," imbuhnya.

KPK baru-baru ini mengaku tengah membuka penyelidikan baru kasus dugaan suap PLTU Riau-I. Bahkan, Lembaga Antirasuah mengamini pengembangan kasus ini mengarah kepada Direktur Utama PLN Sofyan Basir.
 
Dalam putusan terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo, Sofyan disebut ikut berperan meloloskan perusahaan Blackgold Natural Recourses Limited sebagai konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I.
 
Sofyan disebut sebagai pihak yang menawarkan proyek PLTU Riau-I kepada Setya Novanto dan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih agar digarap oleh perusahaan Blackgold, milik Johannes.
 
Nama Sofyan itu memang berulang kali muncul dalam penyidikan atau persidangan kasus suap PLTU Riau-I. Menurut pengakuan Eni, Sofyan sempat dijanjikan menerima fee paling banyak. Namun, akhirnya Sofyan mendapat fee sama dengan yang diterima Eni dan Idrus Marham.
 
KPK baru menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Ketiga tersangka itu yakni bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih, serta mantan Menteri Sosial Idrus Marham

Eni bersama Idrus diduga menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo sebagai penggarap proyek PLTU Riau-I.
 
Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.


(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi