KPK Periksa Dua Anak Buah Sofyan Basir
Ilustrasi KPK - MI.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan dua pejabat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Mereka akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

Kedua anak buah bos PLN Sofyan Basir itu yakni Kepala Divisi Batubara Harlen dan Kepala Divisi Pengembangan Regional Sulawesi Suwarno.

"‎Dua saksi diperiksa untuk tersangka IM (mantan Menteri Sosial Idrus Marham)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 28 November 2018.


KPK menemukan fakta baru dalam penyidikan kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Salah satunya terdapat sejumlah pertemuan antara Sofyan dengan tersangka mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih.

Bahkan, pertemuan-pertemuan itu dilakukan Eni dan Sofyan di luar kantor PLN. Diduga, pertemuan itu untuk membahas proyek PLTU Riau-I.

Nama Dirut PLN Sofyan Basir memang berulang kali muncul dalam penyidikan atau persidangan kasus suap PLTU Riau-I. Sofyan disebut sebagai pihak yang menawarkan proyek ini kepada Setya Novanto yang saat itu masih menjabat sebagai ketua umum partai Golkar.

(Baca juga: Petinggi Anak Usaha PLN Dicecar Skema Proyek PLTU Riau-I)

Sofyan juga disebut memiliki peran sakral dalam meloloskan Blackgold sebagai konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I. Bahkan, menurut pengakuan Eni, Sofyan sempat dijanjikan menerima fee paling banyak. Namun, akhirnya Sofyan mendapat fee sama dengan yang diterima Eni dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

KPK baru menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Ketiga tersangka itu yakni bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih, serta mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Eni bersama dengan Idrus diduga menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo sebagai penggarap proyek PLTU Riau-I.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id