KPAI Apresiasi Penangkapan Penyebar Hoaks Penculikan Anak

Siti Yona Hukmana 04 November 2018 07:15 WIB
hoax
KPAI Apresiasi Penangkapan Penyebar Hoaks Penculikan Anak
Ketua KPAI Susanto. Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi penangkapan 10 pelaku penyebar berita bohong atau hoaks terkait penculikan anak di media sosial (medsos). Pasalnya, hoaks itu menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.

Ketua KPAI Susanto mengatakan, akibat hoaks itu, masyarakat banyak yang mengadu ke KPAI untuk mencari kebenaran. Beruntung, kata dia, kepolisian dengan sigap menangkap 10 pelaku penyebar hoaks tersebut.

“Penangkapan penyebar hoaks penculikan anak sangat membantu menenangkan masyarakat yang khawatir atas keselamatan anaknya,” kata Susanto melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu, 3 November 2018.


KPAI, lanjut Susanto, sangat berterima kasih kepada Polri. Ia mengaku, langsung menghubungi Kabareskrim Mabes Polri Irjen Arief Sulistyo untuk menyampaikan ucapakan terima kasih.

Sebelumnya, dalam sepekan ini, ada lima berita hoaks soal penculikan anak yang telah ditemukan oleh polisi. Pertama, berita kasus penculikan anak di Pontianak, Kalimantan Barat pada 19 Oktober 2018. 

Berita itu terbukti hoaks karena foto pelaku yang diedarkan di media sosial diambil dari kasus pencurian telepon seluler di Kabupaten Bogor yang terjadi pada 16 Oktober 2018.

Baca: Penyebar Hoaks Penculikan Anak Ditangkap

Lalu, berita penculikan anak di Cakung, Jakarta Timur yang menyebut anak dikembalikan ke orang tua dengan kondisi mata telah diambil pada 21 Oktober 2018. Berita itu hoaks karena foto anak yang beredar di media sosial merupakan seorang anak yang meninggal karena kelelahan di Rumah Sakit pada 20 Oktober 2018.

Menyusul kemudian viral penemuan mayat anak Kemayoran, Jakarta Pusat dengan kondisi organ dalam tubuh yang telah diambil pada 24 Oktoher 2018. Berita itu juga hoaks karena foto yang digunakan merupakan foto penemuan mayat yang diduga korban pemerkosaan dan pembunuhan di Kabupaten Rokan Hilir, Riau pada 24 Oktober 2018.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id