Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy

KPK Sita Mobil Land Cruiser Markus Nari

Nasional korupsi e-ktp
Juven Martua Sitompul • 08 Mei 2019 19:14
Jakarta: Sebuah mobil Toyota Land Cruiser warna hitam milik Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar, Markus Nari disita penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mobil itu diduga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (KTP-el).
 
"‎Kemarin KPK melakukan penyitaan terhadap 1 unit mobil Toyota Land Cruiser warna hitam yang diduga milik tersangka MN," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019.
 
Mobil yang disita ini menjadi salah satu barang bukti terkait korupsi KTP-el tersebut. Menurut Febri, asal usul mobil mewah itu bakal diungkap dalam persidangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hari ini, penyidik memeriksa dua saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Markus Nari. Kedua saksi yang digarap penyidik yakni mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar.
 
Dari kedua saksi, kata Febri, tim penyidik mengonfirmasi soal tugas pokok Markus Nari di Parlemen. "Penyidik mengkonfirmasi pengetahuan saksi terkait keanggotaan tersangka MN sebagai anggota DPR RI," kata Febri.
 
Baca: KPK Tahan Markus Nari
 
Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el sejak Juli 2017 lalu. Markus diduga memperkaya diri sendiri, atau orang lain dalam pengadaan paket KTP-el tahun 2011-2013 yang merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun dari total anggaran Rp5,9 triliun.
 
Markus diduga berperan memuluskan pembahasan dan penambahan anggaran proyek KTP-el di DPR. Berdasarkan fakta persidangan, Markus bersama sejumlah pihak lain meminta uang kepada Irman sebanyak Rp5 miliar pada 2012.
 
Namun, Markus baru menerima Rp4 miliar. Uang ini diduga untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek KTP-el tahun 2013 sebesar Rp1,49 triliun.
 
KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi KTP-el. Delapan orang tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan Made Oka Masagung.
 
Saat ini, hanya Markus Nari yang masih dalam proses penyidikan KPK. Sementara tujuh orang lainnya sudah divonis bersalah dan divonis pidana penjara.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif