Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA RI, Abdullah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA RI, Abdullah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Peliputan Siaran Langsung saat Sidang Bakal Diatur

Nasional mahkamah agung
Fachri Audhia Hafiez • 06 Juli 2018 15:57
Jakarta: Mahkamah Agung (MA) bakal mengatur mekanisme peliputan sidang di pengadilan. Hal ini untuk merespons stasiun televisi yang kerap menyiarkan langsung proses persidangan.
 
"Kalau ini sudah disiarkan secara live, sudah ada informasi yang lebih sempurna. Sehingga keterangan yang ada di persidangan dikhawatirkan tidak original lagi," kata Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA RI, Abdullah, di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Juli 2018.
 
Abdullah mencontohkan, keterangan saksi dalam persidangan jika ditayangkan secara langsung, akan memengaruhi keterangan saksi yang belum dihadirkan. Dia bilang, acara sidang merupakan sakral dan tidak memengaruhi suasana sehingga bisa mengalihkan konsentrasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Proses persidangan itu adalah keterangan saksi atau bukti yang original. Jadi saksi itu apa yang dialami, dilihat, saksi lain tidak boleh mendengarkan saksi yang diperiksa hanya sebatas dialami sendiri," jelas Abdullah.
 
(Baca juga:Sidang Vonis Aman Abdurrahman tak Disiarkan Langsung)
 
Selain itu, Jaksa Penuntut Umum bisa kehilangan calon saksi lain lantaran informasi itu terungkap saat persidangan yang disiarkan secara langsung.
 
"Jadinya orang yang terlibat sudah lari duluan, maksudnya mungkin demi kebebasan, tetapi akibatnya pihak penuntut umum kehilangan saksi yang bisa memberatkan terdakwa," ujar Abdullah.
 
Meski demikian, keputusan tetap pada majelis hakim. Abdullah bilang, berbagai jenis liputan saat persidangan sesuai dengan izin dari majelis hakim.
 
"Perkara yang sensitif membahayakan atau biasa aja itu ketua majelis yang tahu. Misal cukup meminta izin untuk diberikan atau diarahkan bisa mengambil gambar sebelum sidang dimulai. Ini masalah tata tertib saja," ujar Abdullah.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi