Kuasa Hukum Sangkal SP3 Rizieq Pemberian Presiden

Intan Yunelia 19 Juni 2018 06:59 WIB
pornografi
Kuasa Hukum Sangkal SP3 Rizieq Pemberian Presiden
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Foto: Antara/Hafidz Mubarak.
Jakarta: Kuasa Hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro membantah Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Rizieq Shihab pemberian dari Presiden Joko Widodo.

Pertemuan Presiden dengan persaudaraan alumni (PA) 212 beberapa waktu lalu tak berkaitan dengan pembahasan kasus ini.

"Saya meyakini enggak ada hubungannya. Karena saya proses awal pada waktu gelar perkara pengajuan permohonan SP3 itu jauh-jauh hari sebelum peristiwa pertemuan Presiden dengan alumni 212," kata Sugito saat dihubungi Medcom.id, Senin, 18 Juni 2018.


Sugito membantah SP3 ini bagian dari kesepakatan politik antara Presiden Joko Widodo dengan alumni 212.

Adapun perihal mengapa baru diterbitkan sekarang, sepenuhnya menjadi hak Kewenangan penyidik. Ia yakin penyidik punya pertimbangan yang matang menerbitkan SP3 kasus kliennya.

"Penyidik sudah menjalankan profesionalitasnya sebagai penyidik. Kami juga atensi dan berterima kasih," pungkas Sugito.

Sebelumnya, Rizieq Shihab sudah menerima salinan asli SP3, Jumat, 15 Juni 2018.  Rizieq yang masih berada di Arab Saudi memperlihatkannya melalui tayangan video.

Video tersebut diunggah melalui akun YouTube Front TV. Dalam video dengan durasi hampir 9 menit itu, Rizieq bersama istri dan anaknya memberitahu surat sudah diterima dari pengacaranya, Sugito Atmo Pawiro.

"Pada hari Idulfitri ini, kami ingin menyampaikan satu kabar baik bagi kita semua. Alhamdullilahi rabbilalamin, hari ini kami mendapat kiriman surat asli SP3 kasus chat fitnah," kata Rizieq.



(DEN)