Agus Hermanto Prihatin Kader Demokrat Disebut Terlibat KTP-el
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto--Medcom.id/M Rodhi Aulia
Jakarta: Partai Demokrat Prihatin dengan dua nama kader yang disebut Irvanto Hendra Pambudi. Kedua nama tersebut, Nurhayati Ali Assegaf dan Jafar Hafsah disebut Irvanto Hendra Pambudi menerima aliran dana korupsi proyek KTP-el.

Agus meminta seluruh pihak menghargai asas praduga tak bersalah. "Apalagi Bu Nurhayati yang dari awal tidak pernah disebut. Kalau Pak Jafar Hafsah kan memang dari awal juga pernah tersebut, mungkin barang kali kita tidak kaget dan begitu Bu Nurhayati disebut kami sangat prihatin sekali," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018.

Demokrat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Begitu juga jika kedua kader Demokrat tersebut benar terlibat.


Menurut Agus, pihaknya akan selalu mengawal proses hukum tersebut agar tidak terjadi penyimpangan.

"Tentunya kita memberikan pengawasan agar penindakan hukum itu apabila ada pemrosesan. Di dalam pemrosesan hukum itu tentunya dilaksanakan dengan tidak tebang pilih, transparan, dan akuntabel yang diketahui oleh kita semuanya sehingga semuanya memang apa adanya," jelas Agus.

Baca: Nurhayati Mengaku tak Kenal Novanto Saat KTP-el Diprogramkan

Pada persidangan kemarin, keponakan terpidana korupsi KTP-el Setya Novanto itu mengungkap sejumlah nama anggota DPR RI periode 2009-2014, yang ikut menerima aliran dana korupsi proyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.

Mereka yang disebut Irvanto antara lain mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap; mantan Ketua Badan Anggaran Melchias Marcus Mekeng; mantan Ketua Komisi II DPR, Agun Gunandjar Sudarsa; mantan Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah; dan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf.




(YDH)