Mobil Mitsubishi Pajero Sport berwarna putih dengan pelat RI 1 disita setelah menerobos pintu masuk Mabes Polri, Jakarta Selatan. Foto: Istimewa
Mobil Mitsubishi Pajero Sport berwarna putih dengan pelat RI 1 disita setelah menerobos pintu masuk Mabes Polri, Jakarta Selatan. Foto: Istimewa

Nekat Terobos Mabes Polri, Mobil Berpelat RI 1 Disita Polisi

Nasional polri polisi pelanggaran lalu lintas
Siti Yona Hukmana • 25 November 2020 21:45
Jakarta: Mobil Mitsubishi Pajero Sport berwarna putih dengan pelat RI 1 disita Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya. Hal ini buntut M, pengendara mobil itu, menerobos pintu masuk Mabes Polri, Jakarta Selatan.
 
Kepala Satuan Patroli dan Pengamanan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya Komisaris Polisi (Kompol) Argo Wiyono telah memeriksa M. Pelaku mengaku memaksa masuk ke Mabes Polri untuk menyampaikan aspirasi.
 
"Dia mengatasnamakan organisasi masyarakat Kumpulan Penghimpun Organ Rakyat Indonesia (KPORI) yang menyatakan ketidakpuasan kinerja pemerintah dan Presiden RI (Joko Widodo)," kata Argo saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 25 November 2020.
  
Baca: 613 Pelanggar Terjaring Operasi Zebra di Jakbar

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Argo tidak memerinci waktu kejadian. Dia menyebut saat menerobos masuk ke Mabes Polri, mobil itu langsung ditahan oleh petugas piket provos. 
 
Pemilik beserta mobil berpelat RI 1 itu diserahkan kepada Satuan Wilayah (satwil) Lantas Jakarta Selatan. Penanganan kasus diserahkan kepada piket satuan pengamanan dan pengawalan (satpamwal).
 
"Saat ini pengemudi maupun pemilik kendaraan sedang dilakukan pendalaman di Subdit Gakkum (Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya) untuk mengetahui modus operandinya," ujar Argo. 
 
Mobil itu disita karena menggunakan pelat nomor palsu. Berdasarkan registrasi dan indentifikasi, nomor polisi kendaraan itu sejatinya DD 577 PT dengan tahun kendaraan 2009. Pelat DD dipakai di Sulawesi Selatan.
 
Pemilik kendaraan dikenakan Pasal 280 juncto Pasal 68 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal ini terkait penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sah atau tidak sesuai peruntukannya.
 
"Dengan ancaman berupa denda sebesar Rp500 ribu," tutur Argo. 
 
Sementara itu, kendaraan berpelat RI 1 dikenal sebagai pelat nomor khusus kendaraan Presiden Joko Widodo. Sedangkan, pelat nomor RI 2 untuk Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif