Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Jika Timbulkan Kerumunan, Aksi Penolakan Rizieq Bakal Dibubarkan

Nasional polri Rizieq Shihab protokol kesehatan Muhammad Rizieq Shihab
Siti Yona Hukmana • 26 November 2020 05:20
Jakarta: Sejumlah masyarakat di beberapa daerah melakukan aksi penolakan kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Aksi itu bakal dibubarkan jika menimbulkan kerumunan massa.
 
"Pimpinan Polri beberapa kali sudah saya sampaikan bahwasanya sudah mengeluarkan surat telegram yang tegas menyampaikan kalau ada kerumunan untuk dibubarkan, jangan sampai terjadi klaster covid-19 yang baru," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 25 November 2020. 
 
Awi mengatakan penegakan hukum dengan membubarkan massa itu mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020. Instruksi tersebut memuat peraturan tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Awi menambahkan penegakan hukum juga dilakukan sesuai Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan peraturan daerah (Perda). Di sisi lain, aparat juga akan mempertimbangkan kearifan lokal wilayah setempat. 
 
Baca: Warga Medan Unjuk Rasa Tolak Kedatangan Rizieq Shihab
 
"Ini semua tentunya kita dorong pimpinan wilayah untuk memberikan penilaian sendiri, punishment (hukuman), kapan dia harus preemtif, kapan dia harus preventif, kapan dia represif atau melakukan penegakkan hukum," ujar jenderal bintang satu itu. 
 
Awi memastikan Polri akan melakukan tugas pokok dan fungsinya sesuai koridor. Yakni melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat. 
 
Di samping itu, kata dia, Polri juga berwenang sebagai penegak hukum. Penekanan tugas Polri salah satunya adalah memelihara keamanam dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). 
 
"Jadi, kalau dinamika-dinamika yang ada di lapangan tentunya para kepala satuan wilayah (Kasatwil), Kapolda, Kapolres itu kemudian akan menyikapi hal tersebut. Mulai dari pengamanan, pelanggaran protokol kesehatan, tentunya itu juga kita lakukan secara bertahap,dari pengawasan, patroli, penertiban bagi orang-orang yang melanggar protokol kesehatan dan tentunya langkah yang terakhir (represif)," papar Awi.
 
Masyarakat di beberapa daerah menolak kedatangan Rizieq dalam rangka safari dakwah. Seperti Aliansi Massa Sidoarjo mencoret gambar Rizieq saat berunjuk rasa di depan Alun-alun Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu, 21 November 2020. 
 
Di hari yang sama, massa Aliansi Warga Kota Solo berdemonstrasi serupa di daerah Gladak, Jawa Tenah. Ada pula, Aliansi Warga Banten menggelar penolakan sehari sebelumnya, Jumat, 20 November 2020. Sejumlah aksi itu menimbulkan kerumunan.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif