Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Perpres Pelibatan TNI Menangani Terorisme Perlu Disahkan

Nasional terorisme pembunuhan teroris kasus pembunuhan
Theofilus Ifan Sucipto • 30 November 2020 09:09
Jakarta: Pelibatan TNI dalam memburu pelaku teror di Desa Lembatangoa, Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), diapresiasi. Namun, pelibatan itu perlu diperjelas melalui Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme.
 
"Perpres ini sudah ditunggu hampir dua tahun. Maka harus segera dirampungkan," kata Anggota Komisi I DPR, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, dalam keterangan tertulis, Senin, 30 November 2020.
 
Hasanuddin yakin dasar hukum itu memperjelas status pelibatan TNI dalam memburu teroris. Dia khawatir kejadian di Sulteng kembali terulang jika perpres tersebut tak kunjung disahkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kelompok teroris ini harus segera ditumpas mumpung kekuatannya masih kecil," ujar dia.
 
Hasanuddin yakin pelibatan TNI melalui pepres berdampak signifikan. Keutuhan negara kian terjaga karena TNI bekerja sesuai dasar hukum yang jelas, termasuk untuk mengusut kasus di Sulteng.
 
"Seluruh sumber daya dan kekuatan harus dikerahkan untuk menumpas pelaku pembunuhan yang diketahui merupakan kelompok teroris," tegas Hasanuddin.
 
Baca: Komnas HAM Minta Aparat Tangkap Pelaku Teror Sigi
 
Sebelumnya, satu keluarga di Desa Lemba Tongoa, Kabupaten Sigi, Palu, Sulawesi Tengah, dibunuh pada Jumat, 27 November 2020. Pelaku diduga kelompok teroris.
 
Pada peristiwa itu, satu rumah pelayanan atau rumah yang dijadikan sebagai tempat ibadah oleh warga turut dibakar. Perkampungan dihuni sekitar 40 kepala keluarga (KK).
 
Satuan Tugas (Satgas) Tinombala bakal memburu pelaku penyerangan dan pembunuhan tersebut. Pelaku diduga kelompok teroris.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif