Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Antara/Wahyu Putranto
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Antara/Wahyu Putranto

ICW Desak MKD dan KPK Segera Selisik Peran Azis Syamsuddin

Nasional KPK Kasus Suap kasus korupsi DPR RI
Theofilus Ifan Sucipto • 23 April 2021 19:12
Jakarta: Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) didesak segera memproses dugaan pelanggaran kode etik Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Azis disebut menjembatani dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.
 
“Sebagai pejabat publik, Azis berperilaku dengan tidak patut,” kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 April 2021.
 
Kurnia menilai tak ada alasan MKD menolak memproses Azis lewat sidang etik. Pasalnya, dugaan tindakan politikus Partai Golkar itu berpotensi bertentangan dengan berbagai ketentuan dalam Kode Etik DPR.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga didesak menerbitkan surat perintah penyelidikan terhadap Azis. Dengan sangkaan Pasal 55 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang mengatur tentang pembantuan dalam perkara tipikor.
 
“Penting pula mengingatkan kepada setiap pihak, baik internal KPK maupun eksternal, agar tidak berusaha mengintervensi pemeriksaan yang saat ini sedang dilakukan,” papar dia.
 
Sebelumnya, Lembaga Antirasuah menyinggung nama Azis dalam pengungkapan kasus Robin. Azis diduga menjembatani pertemuan antara Robin dengan Syahrial di rumah dinasnya di Jakarta Selatan.
 
Baca: Azis Syamsuddin Diduga Kenal Penyidik KPK dari Ajudan
 
Azis mengenalkan Robin karena Syahrial sedang berperkara pada salah satu kasus korupsi yang ditangani KPK. Pertemuan itu dimaksud agar Robin menutup kasus yang menjerat Syahrial di KPK.
 
Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) belum berencana memanggil Azis untuk mengklarifikasi isu hukum yang membelitnya. "Belum ada (rencana pemanggilan Azis)," kata Wakil Ketua MKD Habiburrahman saat dihubungi, Jumat, 23 April 2021.
 
Politikus Partai Gerindra itu menyebut pihaknya mengedepankan asas praduga tak bersalah menyikapi keterlibatan Azis dalam kasus ini. Sebab, informasi baru disampaikan satu pihak.
 
Penyidik KPK asal Polri Stefanus Robin Pattuju, pengacara Maskur Husain, dan Syahrial menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam penanganan perkara di Tanjungbalai pada 2020-2021. Robin dan Maskur sudah ditahan.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif