Dukungan untuk mengungkap kasus kematian aktivis HAM Munir Said Thalib. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia
Dukungan untuk mengungkap kasus kematian aktivis HAM Munir Said Thalib. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia

Mandeknya Pengusutan Kasus Munir Ancam Nasib Aktivis

Nasional kasus munir hak asasi manusia
Theofilus Ifan Sucipto • 20 Oktober 2020 03:45
Jakarta: Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai mandeknya pengusutan kasus kematian pembela hak asasi manusia (HAM), Munir Said Thalib, mengancam nasib aktivis lainnya. Pemerintah dianggap tidak memedulikan para pejuang HAM.
 
“Kasus itu (Munir) karena tidak selesai muncul pola baru proses pembungkaman kelompok-kelompok individu yang kritis menjadi terancam,” kata Wakil Koordinator KontraS bidang Riset dan Mobilisasi, Rivanlee Anandar, dalam konferensi pers daring Catatan 1 Tahun Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Senin, 19 Oktober 2020.
 
Rivanlee mengatakan kasus Munir kedaluwarsa pada 2022. Aturan hukum pidana nasional menyatakan pengusutan kasus yang terjadi pada 2004 itu akan ditutup setelah 18 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyayangkan alasan repetitif yang disampaikan aparat penegak hukum. Mereka selalu berargumen dokumennya hilang atau tidak menyampaikan temuan fakta baru pada publik.
 
Tindakan penegak hukum itu, kata Rivanlee, bisa kembali terulang pada pejuang HAM lain. Bahkan, hal itu terjadi pada aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Utara, Golfrid Siregar.
 
“Kesimpulan sementara kematiannya karena kecelakaan lalu lintas. Tapi tim koalisi menemukan Golfrid diduga dibunuh dan tidak ditindaklanjuti kepolisian,” ujar dia.
 
Rivanlee menyebut keengganan aparat kembali terulang saat memproses kasus penganiayaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Sampai hari ini otak di balik penyiraman air keras pada Novel tidak diketahui.
 
Baca: Aktivis HAM Desak Kasus Munir Dituntaskan
 
Kasus berikutnya juga terjadi pada aktivis Ravio Patra. Rivanlee mengatakan Ravio dikriminalisasi saat mengkritik pemerintah.
 
“Ketiga kasus ini ekses kematian Munir yang tidak diusut tuntas karena tidak punya preseden kasus yang dialami pembela HAM,” tutur Rivanlee.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif