Kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Rizieq Shihab Tak Penuhi Panggilan Polisi

Nasional protokol kesehatan Muhammad Rizieq Shihab
Siti Yona Hukmana • 01 Desember 2020 18:05
Jakarta: Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab absen dari panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Rizieq beralasan sedang beristirahat.
 
"Habib Rizieq Shihab dalam hal ini tidak dapat memenuhi panggilan pihak kepolisian," kata kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 1 Desember 2020.
 
Aziz tak mau kliennya disebut mangkir. Dia mengaku datang mewakili Rizieq mengantarkan surat pemberitahuan ke penyidik Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya mohon teman-teman catat ya ini bukan mangkir. Beliau tidak mangkir, beliau hadir diwakili kita tim kuasa hukum," ujar Aziz.
 
Aziz menjelaskan Rizieq baru selesai menjalani perawatan di Rumah Sakit Ummi Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu, 28 November 2020. Aziz tidak membeberkan penyakit yang diderita Rizieq. Namun, kata dia, Rizieq masih dalam masa pemulihan.
 
Aziz tidak memberikan surat keterangan sakit dari tim medis ke penyidik. Dia berdalih penerbitan surat itu membutuhkan waktu lama.
 
"Pihak penyidik sangat mengerti dari sisi kemanusiaan dan menghargai kesehatan dan privasi Habib Rizieq dalam memulihkan kesehatannya dalam beristirahat. Artinya, beliau sehat akan tetapi sedang masa istirahat," ungkap Aziz.
 
Baca: Rizieq Diperbolehkan Mangkir Pemeriksaan dengan Syarat
 
Akad nikah anak Rizieq dan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 November 2020 ramai didatangi pengikut Rizieq. Banyak jemaah yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan meningkatkan potensi penyebaran covid-19.
 
Sejumlah peserta juga kedapatan tidak menggunakan masker. Banyak pula peserta acara menggunakan masker tak sesuai ketentuan, seperti digunakan di bawah dagu.
 
Akibatnya, terjadi klaster baru penyebaran covid-19 di lokasi tersebut. Setidaknya ada 30 orang positif covid-19 di Petamburan, Jakarta Pusat.
 
Polisi menyatakan ada unsur pidana dalam pelanggaran protokol kesehatan tersebut. Kini polisi tengah mencari tersangka yang bisa dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dengan ancaman kurungan satu tahun atau denda Rp100 juta.
 
Lalu, Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuan Undang-Undang, dengan ancaman enam tahun penjara atau denda Rp4.500. Pasal 216 ayat 1 KUHP tentang Menghalang-halangi Ketentuan Undang-Undang, dengan ancaman pidana penjara empat bulan dua minggu atau denda Rp9.000.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif