Polisi memasang kawat berduri untuk mengantisipasi unjuk rasa menolak PPKM di Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu, 24 Juli 2021. Foto: Ditlantas Polda Metro Jaya
Polisi memasang kawat berduri untuk mengantisipasi unjuk rasa menolak PPKM di Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu, 24 Juli 2021. Foto: Ditlantas Polda Metro Jaya

3.385 Aparat Amankan Demo Penolakan PPKM di Istana Merdeka

Nasional unjuk rasa polri demo massa Virus Korona pandemi covid-19 Penularan covid-19 PSBM ppkm PPKM Darurat
Siti Yona Hukmana • 24 Juli 2021 10:18
Jakarta: Ribuan personel gabungan siap mengamankan demo penolakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Unjuk rasa itu rencana digelar hari ini.
 
"Ada 3.385 orang siap mengamankan demo," kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto kepada Medcom.id, Sabtu, 24 Juli 2021.
 
Marsudianto mengatakan 3.385 personel itu terdiri atas unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ribuan personel mulai siaga sejak pukul 07.00 WIB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Personel dikerahkan di sekitar Monas dan DPR," ujar Marsudianto.
 
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo juga mengerahkan personel untuk mengamankan aksi itu. Jumlahnya mencapai 350 orang.
 
Ratusan polisi lalu lintas (polantas) juga siaga sejak pukul 07.00 WIB. Polantas akan menjaga sejumlah ruas jalan yang ditutup di sekitar Istana Merdeka, untuk mengantisipasi penerobosan.
 
Ditlantas Polda Metro Jaya mulai persiapan penutupan jalan di Patung Kuda Arjuna Wijaya menuju Istana Merdeka, pada Jumat malam, 23 Juli 2021. Penutupan jalan itu juga dilakukan dalam rangka penerapan PPKM level 4.
 
Baca: Demo Tolak PPKM, 350 Polantas Amankan Jalan Sekitar Istana Merdeka
 
Jalan di Patung Kuda tampak ditutup menggunakan barrier beton. Sedangkan, polisi menutup jalan di Harmoni menggunakan barrier beton, barrier water, dan kawat berduri.
 
Sambodo belum dapat memastikan jam buka tutup jalan tersebut. Polisi akan bertindak sesuai situasi di lapangan.
 
"Penutupan situasional, melihat perkembangan eskalasi di lapangan," ujar Sambodo.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif