Selebgram Rachel Vennya usai diperiksa penyidik Polda Metro Jaya. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Selebgram Rachel Vennya usai diperiksa penyidik Polda Metro Jaya. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

10 Jam Diperiksa, Rachel Vennya Minta Maaf dan Siap Jalani Proses Hukum

Nasional Virus Korona Rachel Vennya karantina Rachel Vennya Kabur Polisi Periksa Rachel Vennya
Siti Yona Hukmana • 22 Oktober 2021 00:13
Jakarta: Selebgram Rachel Vennya meminta maaf terkait perbuatannya kabur saat karantina usai pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Rachel yang diperiksa bersama kekasihnya, Salim Nauderer, dan manajernya, Maulida Khairunia, mengaku siap menjalani proses hukum.
 
"Saya, Maulida, dan Salim ingin menyampaikan minta maaf sebesar-besarnya pada semua masyarakat atas kesalahan dan khilaf kami dan sudah resahkan masyarakat. Kami juga sekarang akan jalanin proses hukum yang berlaku, terima kasih, mohon doanya," kata Rachel di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Oktober 2021.
 
Rachel diperiksa kurang lebih 10 jam dari pukul 14.15-22.52 WIB. Kuasa hukum Rachel, Indra Rahardja, mengatakan kliennya dicecar 35 pertanyaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Materi pemeriksaan seputar kronologi dugaan melarikan diri dari Wisma Atlet. Indra menyebut Rachel dapat menjawab semua pertanyaan dengan baik.
 
Penyidik juga dianggap profesional saat memeriksa ibu dua anak itu. "Hal-hal yang sifat elementer dan fundamental sudah kita sampaikan kepada pihak polisi," ujar dia.
 
(Baca: IDI Khawatir Kasus Rachel Vennya Bakal Jadi Contoh)
 
Indra emoh menjawab ketika ditanya terkait klaim Rachel tidak pernah menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan. Dia menyebut seluruh hal menyangkut kasus disampaikan ke penyidik.
 
"Hal-hal yang dialami, dilihat oleh klien kami sudah disampaikan," kata Indra.
 
Rachel juga emoh bicara soal kabar dua kali kabur dari karantina. Selebgram itu langsung pergi menjauh dari awak media.
 
Rachel, Salim, dan Maulida diduga melanggar protokol kesehatan (prokes) dengan tidak menjalani karantina usai kembali dari Amerika Serikat pada Jumat, 17 September 2021. Mereka bisa djerat Pasal 9 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 1 tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp1 juta.  
 
Rachel dibantu dua oknum TNI, FS dan IG, terbebas dari kewajiban karantina. FS menyodorkan aturan yang menyatakan Rachel tidak masuk dalam kategori penerima fasilitas karantina.
 
FS dan IG diduga melakukan tindakan non prosedural. FS dikembalikan ke satuannya di Korps Angkatan Udara (AU) dari tugas sebagai Satgas Pengamanan Bandara Soekarno-Hatta.
 
Sedangkan, IG dikembalikan ke satuan di Wing 1/Paskhas. IG bertugas sebagai Satgas Pengamanan di Wisma Atlet, Pademangan. Keduanya tengah diperiksa  polisi militer.
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif