NEWSTICKER
Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Kejagung Klarifikasi Pihak Bank Buka Pemblokiran Rekening Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Kautsar Widya Prabowo • 22 Februari 2020 09:49
Jakarta: Kejaksaan Agung menjadwalkan memanggil manajemen bank milik pemerintah maupun swasta Senin,24 Februari 2020. Pemanggilan untuk mengklarifikasi pemblokiran ratusan rekening efek terkait kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
 
"Ada (Bank) Mandiri, BCA. (pihak) yangpunya hak untuk memberikan keterangan," ujar Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah, di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat, 21 Februari 2020.
 
Febrie menambahkan, Kejagung membutuhkan keterangan dari pihak bank untuk membuka kembali rekening yang diblokir. Keterangan pihak bank menjadi bukti ada tidaknya keterlibatan pemilik rekening dengan kasus yang merugikan negara Rp17 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk pembukaan rekening, agar kita tahu pasti nilainya," jelasnya.
 
Baca:Kejagung Endus Aset Tersangka Jiwasraya di Singapura
 
Kejagung Klarifikasi Pihak Bank Buka Pemblokiran Rekening Jiwasraya

Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Ardiansyah. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
 
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) akan membuka pemblokiran Single Investor Identification (SID), rekening efek, milik pihak yang terbukti tidak terkait kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Keterangan dari puluhan pemilik SID tersebut akan dibuktikan satu per satu.
 
"Mudah-mudahan Senin (pekan depan) sudah mulai ada (yang dibuka)," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Hari Setiyono di Gedung Bundar Jampidsus, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Februari 2020.
 
Kejagung menetapkan enam tersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Mereka ialah Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartoni Tirto.
 
Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b serta Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Teranyar, Benny dan Heru ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif