Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Dokter di Soetta Tak Palsukan Rapid Test

Nasional Virus Korona pelecehan seks
Siti Yona Hukmana • 23 September 2020 02:29
Jakarta: Petugas medis, EFY, yang diduga melecehkan dan memeras penumpang, LHI, tidak terbukti memalsukan hasil rapid test. Hasil tes covid-19 LHI memang reaktif.
 
"Memang dari keterangan PT Kimia Farma pemalsuan ini tidak ada. Ini penipuan bahwa memang hasilnya adalah reaktif. Tapi, karena dia menipu korban mengatakan bahwa itu nonreaktif kalau mengubah itu harus membayar Rp1,4 juta," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 22 September 2020.
 
Menurut dia, uang Rp1,4 juta itu telah ditransfer korban melalui mobile banking. Hal itu diketahui dari kesaksian LHI dengan memperlihatkan bukti transfer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polres Bandara Soekarno-Hatta telah menetapkan dokter EFY sebagai tersangka. Dia terjerat kasus penipuan dan pemerasan. Sementara itu, kasus pelecehan seksual belum terbukti.
 
"Masih kita dalami dari CCTV yang ada. Kita cross check dari alat bukti yang ada, keterangan saksi-saksi dan keterangan pelaku sendiri," ungkap Yusri.
 
Baca: Petugas Medis Pelaku Pelecehan di Bandara Soetta Ditetapkan Tersangka
 
Yusri mengatakan pihaknya tengah memeriksa psikologi korban di Bali. Pemeriksaan berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bali.
 
"Sebagai kelengkapan alat bukti kita," tutur Yusri.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif