Barang bukti sabu yang hendak dikirim ke Jateng. Foto: Medcom.id/Jufriansyah
Barang bukti sabu yang hendak dikirim ke Jateng. Foto: Medcom.id/Jufriansyah

Pengiriman 5 Kg Sabu ke Jateng Terendus Polisi

Nasional narkoba
Jufriansyah • 10 Januari 2020 06:54
Jakarta: Kurir narkoba, BM, ditangkap Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dia dibekuk saat hendak membawa 5,2 kilogram sabu-sabu ke Jawa Tengah (Jateng).
 
Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar (Kombes) Bastoni Purnama mengatakan BM ditangkap di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 6 Januari 2020. Polisi mengintai BM dari Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.
 
"Ketika di Pul Rosalia Indah (Ciputat), pelaku BM ini dilihat sedang bawa tas," kata Bastoni di Mapolsek Kebayoran Lama, Kamis, 9 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, polisi segera menggeledah tas milik BM. Barang bukti sabu sebesar 5,2 kilogram ditemukan di dalam tas tersebut.
 
"Barbuk (barang bukti) lima bungkus sabu kemudian dua bungkus kopi, sabu tersebut dikemas dalam bungkusan seperti ini, kemudian dibuka berisi sabu sebanyak lima bungkus," kata Bastoni.
 
Dia menjelaskan BM menjadi kurir suruhan TM, yang masih buron. Dia diberikan imbalan Rp5 juta dalam menjalankan tugas mengantar paket sabu.
 
Uang diberikan secara bertahap. Awalnya, BM menerima Rp3,5 juta. Sisa Rp1,5 juta diberikan setelah barang haram itu sampai di tangan TM yang bermukim di Jateng.
 
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Indra Ranudikarta menambahkan BM dan TM memang berteman. Mereka saling mengenal saat berada dalam penjara.
 
"BM ini sering membeli sabu kepada TM, kemudian ketika TM keluar dari penjara, TM mencari BM untuk diajak melakukan pembelian sabu," kata Indra.
 
BM, kata dia, sudah dua kali menjadi kurir sabu. Pada aksi keduanya, dia terendus kepolisian.
 
"Pertama kali Desember (2019) dia juga sebagai perantara dengan menggunakan travel dari Jakarta dibawa ke Jateng," kata Indra
 
Kepolisian terus mendalami kasus sabu tersebut. TM masih diburu pihak kepolsian. Dia sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).
 
"Kita juga bekerja sama dengan Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) maupun Direktorat Narkoba Polda untuk mencari pelaku TM ini," tambah Bastoni
 
Atas perbuatanya, BM diganjar dengan Pasal 114 dan 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia terancam hukuman 20 tahun penjara.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif