Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Aziz mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri di ruang komisi III, Kompleks Parlemen, Jakarta. Foto: Antara Foto/Muhammad Adimaja
Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Aziz mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri di ruang komisi III, Kompleks Parlemen, Jakarta. Foto: Antara Foto/Muhammad Adimaja

Idham Azis Diminta Tingkatkan Kualitas SDM Polri

Nasional polri
Juven Martua Sitompul • 31 Oktober 2019 12:03
Jakarta: Calon kapolri Komjen Idham Azis diminta meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di kepolisian. Anggota Korps Bhayangkara harus sejalan dengan perkembangan era revolusi industri 4.0.
 
“Kualitas anggota Polri harus ditingkatkan sejalan dengan era revolusi industri 4.0,” kata pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
Susan mengapresiasi tujuh program prioritas Idham. Program tersebut, yakni mewujudkan SDM yang unggul, pemantapan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta penguatan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Idham juga akan memantapkan manajemen media, penguatan sinergi polisional, penataan kelembagaan, dan penguatan pengawasan. Program prioritas ini disampaikan Idham saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR.
 
"Bila kita melihat tujuh program prioritas Komjen Idham Azis utamanya mewujudkan SDM yang unggul sangat baik diterapkan, dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat,” ujar dia.
 
Menurut Susan, proses pendidikan dan latihan di lingkungan Polri harus memanfaatkan teknologi informasi dan digitalisasi. Hal ini penting untuk meningkatkan kemampuan interoperabilitas komunikasi Polri dengan pihak lain.
 
“Keuntungan lain adalah pengajaran kepada peserta didik atas pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi dalam penugasan selanjutnya di wilayah Polda seluruh Indonesia,” kata dia.
 
Terpenting dari semua itu, kata Susan, Polri harus mampu mendeteksi ancaman keamanan dalam negeri, memahami lingkungan strategis teritorial, seperti bahaya terorisme, radikalisme, narkoba, kejahatan jalanan dan kriminalitas. Termasuk, memiliki pengetahuan yang cukup dalam mekanisme dan strategi penanggulangan sehingga mampu menghadapi ancaman faktual dan potensial.
 
“Sedangkan kualitas di bidang komunikasi sangat ditentukan kemampuan menggunakan bahasa-bahasa internasional. Anggota Polri juga harus memiliki pengetahuan baik akan sosial budaya setempat, sangat disarankan memiliki pengetahuan sosiologi yang cukup,” pungkas dia.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif