Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Granat Ilegal Ditemukan di Rumah Pengemudi Koboi Lamborghini

Nasional senjata api penembakan
Candra Yuri Nuralam • 31 Desember 2019 11:36
Jakarta: Tujuh senjata ilegal ditemukan di rumah pengemudi koboi Lamborghini, Abdul Malik, di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sebuah granat aktif pun ditemukan di rumah tersangka.
 
"Pada tanggal (Sabtu) 28 Desember 2019 dan ditemukan beberapa senjata api, ditemukan empat senjata laras panjang dan tiga senjata laras pendek, dan banyak amunisi serta satu granat tangan," kata Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa 31 Desember 2019.
 
Menurut dia, senjata itu disimpan oleh Abdul di brankas besar yang ada di rumahnya. Hingga saat ini, polisi masih mendalami cara Abdul mendapatkan senjata tanpa izin itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gatot memerinci senjata yang dimiliki Abdul meliputi senjata laras panjang jenis AR 16 dan M16 yang sudah dimodifikasi menjadi M4, M4, danshotgun. Selain itu, ada beberapa pistol jenis Glock yang dilengkapi peredam suara.
 
Meski demikian, Gatot mengatakan Abdul bukan kelompok teroris karena mempunyai banyak senjata dan amunisi. Dia juga membantah Abdul anggota gangster di jalan.
 
"Dia cuma memakai senjata itu untuk kegiatan di rumah saja, untuk foto-foto, tidak di tempat lain, tapi ya kita masih dalami," tutur Gatot.
 
Atas perbuatannya, Abdul diancam dengan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam. Dia terancam dengan 20 tahun penjara.
 
Abdul Malik berurusan dengan hukum setelah menodongkan senjata api kepada dua pelajar SMA di Kemang, Jaksel, Sabtu, 21 Desember 2019. Peristiwa itu bermula ketika pelaku yang mengemudikan supercar Lamborghini itu berpapasan dengan korban.
 
Pelaku merasa diejak oleh kedua bocah. Abdul Malik naik pitam hingga mengeluarkan makian kasar kepada korban. Dari mobil bernomor polisi B 27 AYR itu, dia kemudian meletuskan tembakan peringatan agar korban tak kabur.
 
Pada Minggu, 22 Desember 2019, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jaksel. Setelah penyelidikan, pemilik mobil pabrikan Italia itu ditangkap pada Senin, 23 Desember 2019, malam.
 
Polisi menyita barang bukti berupa senjata api kaliber 32, tiga selongsong peluru yang telah ditembakkan, dan sembilan peluru aktif. Kartu keanggotaan Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin), surat kendaraan, serta kartu izin menggunakan senjata juga dirampas.
 
Polisi pun mendapati Abdul memiliki empat satwa dilindungi yang diawetkan saat rumahnya digeledah. Hewan itu meliputi harimau sumatra, rusa bawean, hingga burung cenderawasih.
 
Atas aksi koboinya, AM terjerat Pasal 335 dan 336 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perbuatan tidak menyenangkan dan pengancaman. Selain itu, dia dikenakan Pasal 40 ayat 2 jo Pasal 21 huruf b dan d Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
 

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif