Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Reno Esnir.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Reno Esnir.

KPK Panggil Ulang Jafar Hafsah

Nasional korupsi e-ktp
Juven Martua Sitompul • 04 Juli 2019 11:02
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil ulang mantan Ketua Fraksi Demokrat DPR RI Jafar Hafsah. Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (KTP-el).
 
"Penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan Jafar Hafsah sebagai saksi untuk tersangka MN (Anggota Komisi VIII DPR Markus Nari)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Baca: Tersangka Baru Kasus KTP-el dari Kalangan Pengusaha dan Birokrat

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan anggota DPR Arif Wibowo untuk tersangka yang sama. Selain saksi, KPK akan memeriksa Markus Nari sebagai tersangka.
 
Nama Jafar Hafsah kerap disebut terlibat dalam skandal megakorupsi KTP-el. Dalam persidangan, politikus Demokrat itu disebut kecipratan uang haram proyek KTP-el US$100.000 dari keponakan mantan Ketua DPR Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi. Irvanto divonis bersalah dalam kasus ini.
 
Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el sejak Juli 2017. Markus diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain dalam pengadaan paket KTP-el pada 2011-2013 yang merugikan negara Rp2,3 triliun dari total anggaran Rp5,9 triliun.
 
Markus yang saat itu masih duduk di Komisi II diduga berperan memuluskan pembahasan dan penambahan anggaran proyek KTP-el di DPR. Berdasarkan fakta persidangan, Markus bersama sejumlah pihak lain meminta uang kepada Irman sebanyak Rp5 miliar pada 2012.
 
Namun, Markus baru menerima Rp4 miliar. Uang ini diduga untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek KTP-el tahun 2013 sebesar Rp1,49 triliun.
 
Baca: KPK Masih Buru Pelaku Lain di Korupsi KTP-el
 
KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi KTP-el. Delapan orang tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan Made Oka Masagung.
 
Saat ini, hanya Markus Nari yang masih dalam proses penyidikan KPK. Sementara tujuh orang lainnya sudah divonis bersalah dan divonis pidana penjara.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif