Kabagpenum Polri Kombes Asep Adi Saputra. Medcom.id/ Kautsar WP
Kabagpenum Polri Kombes Asep Adi Saputra. Medcom.id/ Kautsar WP

Polri Periksa 20 Saksi Kasus Pemadaman Listrik

Nasional pemadaman listrik
Kautsar Widya Prabowo • 10 Agustus 2019 06:30
Jakarta: Polri terus mendalami kasus pemadaman listrik masalah oleh PT PLN (Persero) pada Minggu,4 Agustus 2019. Saat ini sejumlah saksi telah dimintai keteranganya.
 
"Dari Polda Jawa Tengah yang berkolaborasi dengan tindak pidana tertentu Direktorat Siber dari Puslabfor (Pusat Laborotorium Forensik) kurang lebih 20 saksi (yang diperiksa)," ujar Kabagpenum Mabes Polri Kombes Asep Adi, di Gedung Divisi Humas, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Agustus 2019.
 
Orang-orang tersebut dipastikan dapat dipertanggungjawabkan kesaksiannya. Lantaran saksi diambil dari sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Saksi dari) karyawan (PLN) dan warga di sekitar (TKP)," tutur Asep.
 
Asep menambahkan, tim penyidik Bareskrim tidak bertindak sendiri dalam menangani kasus tersebut. Tim turut mengandeng beberapa pakar kelistrikan hingga Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
 
"Supaya nanti hasil penyelidikan lebih konprehensif seperti kita tahu ada hasil penyelidikan kemarin di Ungaran Semarang Jawa Tengah kemudian sedang diteliti betul sampai sejauh mana akibat yang ditimbulkan dari penyebab itu," ucap Asep.
 
Korps Bhayangkara itu memastikan penyelidikan kasus pemadaman listrik massal dapat rampung dalam dua minggu. Pada minggu pertama, Polri akan fokus mencari tahu penyebab pemadaman listrik pada 4 Agustus itu.
 
"Minggu pertama kalau sudah berhasil melalui assessment penyebab awal terjadinya blackout, nanti akan disampaikan (perkembangan) dari mulai hari ini," kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo.
 
Pada minggu kedua, Polri berharap mengetahui seluruh masalah yang menyebabkan lumpuhnya ibu kota itu. Ia pun berjanji akan menyampaikan hasil penyelidikan kepada publik.
 
"Untuk hasil komprehensifnya nanti minggu kedua. Nanti diaudit semuanya itu, dari Ungaran sampai Jawa Barat kemudian Banten, kemudian Jakarta," ujar Dedi.
 
Pemadaman listrik serentak di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten, terjadi hampir 12 jam. Pemadaman berawal dari gangguan pada saluran udara tegangan ekstra tinggi 500 kV Ungaran-Pemalang. Selain itu, terjadi gangguan pada gas turbin 1-6 di Suralaya dan di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Cilegon.

 

(SCI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif