Ilustrasi sistem ganjil genap. Foto: MI/Saskia Anindya Putri.
Ilustrasi sistem ganjil genap. Foto: MI/Saskia Anindya Putri.

Pelanggar Ganjil Genap Marak saat Pagi

Nasional sistem ganjil genap
Siti Yona Hukmana • 16 September 2019 14:23
Jakarta: Kepala Subdirektotrat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir mengatakan pelanggar ganjil genap banyak terjaring di pagi hari. Banyak warga nekat beraktivitas dengan melanggar aturan pembatasan kendaraan tersebut.
 
"Seperti berangkat kerja, menyelesaikan pekerjaan atau kebutuhan lain. Maka itu, banyak pelanggar di pagi hari," kata Nasir kepada Medcom.id, Senin, 16 September 2019.
 
Nasir menjelaskan sebanyak 4.722 pelanggar ganjil genap selama sepekan terakhir terjadi antara pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Rinciannya, 941 pelanggar pada Senin, 9 September 2019. Esok harinya, ada 1.017 pelanggar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan, tercatat 1.430 pelanggar ganjil genap pada Rabu, 11 September 2019. 743 pelanggar pada Kamis, 12 September 2019, dan 591 pelanggar pada Jumat, 13 September 2019.
 
Sementara, jumlah pelanggar ganjil genap pada rentang pukul 16.00 hingga 21.00 WIB sebanyak 3.292 kendaraan. "Lebih sedikit karena untuk sore hari kebutuhan masyarakat dapat disesuaikan," ungkap Nasir.
 
Nasir mengakui masih banyak pelanggar terjaring pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap. Banyak alasan diungkap warga yang kena penindakan.
 
"Banyak yang menyampaikan tidak mengingat tanggal hari ini, ada juga yang tidak mengetahui gage. Ada yang memang harus lewat jalan tersebut. Intinya pelanggar masih cukup banyak dalam kesehariannya," imbuh Nasir.
 
Perluasan ganjil genap mulai diberlakukan, Senin, 9 September 2019 pada pukul 06.00 WIB-10.00 WIB dan 16.00 WIB-21.00 WIB. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo berharap sistem ini membuat kemacetan dan polusi udara di Ibu Kota berkurang.
 
Untuk melaksanakan penegakan pelanggaran ganjil genap itu, 1.061 personel lantas Polda dan satuan wilayah dikerahkan ke jalanan. Para pelanggar akan disanksi berdasarkan ketentuan yang ada di dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
 
"Pelanggar dikenakan sanksi dua bulan penjara atau denda administrasi sebesar maksimal Rp500 ribu," pungkas Nasir.
 
Berikut perluasan ganjil genap di 25 ruas Jakarta ;
 
1. Jalan Pintu Besar Selatan
 
2. Jalan Gajah Mada
 
3. Jalan Hayam Wuruk
 
4. Jalan Majapahit
 
5. Jalan Medan Merdeka Barat
 
6. Jalan M. H. Thamrin
 
7. Jalan Jenderal Sudirman
 
8. Jalan Sisingamangaraja
 
9. Jalan Panglima Polim
 
10. Jalan Fatmawati (mulai dari simpang Jalan Ketimun 1-simpang Jalan TB Simatupang)
 
11. Jalan Suryopranoto
 
12. Jalan Balikpapan
 
13. Jalan Kyai Caringin
 
14. Jalan Tomang Raya
 
15. Jalan S. Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya-simpang Jalan KS. Tubun)
 
16. Jalan Gatot Subroto
 
17. Jalan M.T Haryono
 
18. Jalan H.R Rasuna Said
 
19. Jalan D.I Panjitan
 
20. Jalan Jenderal A. Yani (mulai dari simpang Jalan Perintis Kemerdekaan-simpang Jalan Bekasi Timur Raya)
 
21. Jalan Pramuka
 
22. Jalan Selemba Raya Sisi Barat, Jalan Salemba Raya Sisi Timur (mulai dari simpang Jalan Diponegoro-simpang Jalan Pramuka)
 
23. Jalan Kramat Raya
 
24. Jalan Stasiun Senen
 
25. Jalan Gunung Sahari
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif