Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Penyekapan di Pulo Mas Tak Akan Berujung Damai

Nasional penyekapan
Candra Yuri Nuralam • 16 Januari 2020 19:33
Jakarta: Polisi memastikan tidak akan ada audiensi dalam kasus penyekap di PT OHP, Pulo Mas, Jakarta Timur. Kasus ini sejatinya diawali dengan permasalahan piutang.
 
"Ini Pasal 333 dan 352 (KUHP) yang kami kenakan, ancamannya delapan tahun," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Menurut dia, sikap itu diambil polisi lantaran kasus ini delik murni. Kejahatan yang dilakukan pelaku pidana tidak bisa dihentikan proses hukumnya kendati korban memaafkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yusri mengatakan polisi masih memeriksa karyawan PT OHP terkait kasus ini. Pasalnya, kata dia, penyekapan yang menimpa MS dilakukan saat kondisi kantor tetap bekerja.
 
Polisi membuka peluang menjerat tersangka lain dalam kasus ini. Siapa pun yang terbukti terlibat dalam akan ditindak.
 
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggerebek pelaku penculikan terhadap MS di Gedung PT OHP Jalan Pulo Mas Barat IV, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Pelaku AP, JCS, dan AJ ditangkap di lokasi.
 
Otak penyekapan, A, menyerahkan diri pagi ini. A ialah pemilik PT OHP sekaligus bos dari korban dan pelaku. Atas perintah A, MS disekap karena diduga menggelapkan Rp21 juta uang perusahaan.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif