Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. MI/Bary Fathahillah
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. MI/Bary Fathahillah

Marketing Bitcoin Jadi Korban Perampokan

Nasional bitcoin perampokan pencurian
Siti Yona Hukmana • 27 Agustus 2019 01:53
Jakarta: Dua orang marketing Bitcoin atau uang digital, Felix Malky Rumangu dan Sridewi, menjadi korban perampokan. Pelaku menggasak uang dua marketing bitcoin itu senilai Rp160 juta.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, ada enam tersangka diamankan dalam kasus itu. "Mereka ialah IM, 35, DG, 36, SY, 29, RP, 32, S, 29 dan SWF, 33," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin, 26 Agustus 2019.
 
Argo mengatakan, ada dugaan motif balas dendam dalam kasus ini. Tersangka IM dan DG mengaku kalau keluarganya di Aceh pernah menginvestasikan uang dalam bitcoin, tapi banyak yang tertipu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Para tersangka berniat untuk mengambil kembali uang keluarganya. Namun, dengan perbuatan tindak pidana pencurian dengan kekerasan," beber Argo.
 
Argo aksi pencurian dan kekerasan itu terjadi pada Sabtu, 17 Agustus 2019 sekitar pukul 21.00 WIB di kawasan Bintaro Sektor 7 Kota Tangerang Selatan, Banten. Mulanya, pelaku mengetahui bahwa kedua korban telah pindah dinas dari Aceh ke Jakarta.
 
Para tersangka lalu menculik korban di jalan dan dibawa ke suatu tempat daerah Sawangan, Depok. Tangan korban diikat, sedangkan kepalanya ditutup. Pelaku menganiaya korban sembari meminta kode akun bitcoin milik korban. Setelah itu, pelaku menggasak uang bitcoin milik korban sebanyak Rp160 juta.
 
"Uang itu dibagi-bagi, IM dan DG masing-masing dapat Rp50 juta. Pelaku yang lain bervariasi," ucap Argo.
 
Korban melaporkan peristiwa itu ke Polda Metro Jaya. Laporannya teregistrasi dengan nomor LP/5079/VIII/2019/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 18 Agustus 2019.
 
Berbekal laporan, Penyidik Unit V Subdit 3 Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan. Polisi lalu menangkap enam pelaku di tempat berbeda.
 
Tersangka IM ditangkap di daerah Mardani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Sementara DG di Rawa Selatan, Johar Baru, Jakarta Pusat. Lalu, SY ditangkap di rumahnya Jalan Kembang III Nomor 4 RT008/RW001, Kwitang, Jakarta Pusat. Kemudian, RP di tempat tinggalnya Jalan Kali Pasir Gang Eretan, Jakarta Pusat. Tersangka S ditangkap di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, dan SWF di Jalan Haji Mawar, Sunter, Jakarta Utara.
 
Para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Saat ini, para tersangka ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif