Polri Dinilai Menggantungkan Keterangan Novel Baswedan

Fachri Audhia Hafiez 10 April 2018 14:56 WIB
kpknovel baswedan
Polri Dinilai Menggantungkan Keterangan Novel Baswedan
Novel Baswedan/MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Yati Andriyani menduga Polri menggantungkan keterangan Novel Baswedan. Pasalnya, tidak ada perkembangan signifikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK itu.

"Kepolisian sekadar menggantungkan keterangan dari Novel yang notebene adalah korban yang tidak punya kewajiban dibebankan untuk membuktikan siapa pelaku penyerangan terhadapnya," tegas Yati kepada Medcom.id, Selasa, 10 April 2018.

Baca: KontraS Desak Jokowi Tuntaskan Kasus Novel


Yati menjelaskan publik hanya mengetahui Polri mengeluarkan sketsa wajah terduga pelaku, setahun terakhir. Sketsa wajah pun dinilai tidak jelas.

"Apa hasil dan tindak lanjut yang dilakukan kepolisian setelah mengeluarkan sketsa tersebut?" ujar Yati.

Yati juga mempertanyakan tindakan pro-aktif Polri menemukan pelaku. Dia mulai sangsi Polri sekadar menunggu pengaduan masyarakat yang mengenal wajah itu. Parameter langkah dan target yang harus dicapai pada penyidikan kasus sama sekali tak jelas.

Baca: Parameter Penyidikan Kasus Novel Disebut tak Jelas

Novel disiram air keras usai salat subuh tak jauh dari rumahnya di Jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT 03 RW 10 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 11 April 2017. Kedua mata Novel mengalami luka bakar cukup parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit di Singapura.
 
Penyidik senior KPK itu menjalani perawatan mata di rumah sakit di Singapura. Novel sempat menjalani operasi besar di bagian mata kirinya beberapa bulan lalu.

Saat ini, Novel masih menjalani pemulihan pascaoperasi kedua. Penglihatan mata bagian kanannya menurun setelah operasi. Butuh waktu menyembuhkan kerusakan mata Novel.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id