Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal

Korban Mengaku Tak Tahu Identitas Mafia Tanah Benny Simon saat Melapor

Nasional polri pertanahan pemalsuan
Siti Yona Hukmana • 25 November 2020 13:33
Jakarta: Kasus sengketa tanah seluas 7,7 hektare di Cakung Barat, Jakarta Timur terus bergulir. Korban, Abdul Halim, melalui kuasa hukumnya mengaku tidak mengetahui identitas terlapor saat membuat laporan polisi (LP) di Polda Metro Jaya.
 
"Awal buka LP, Abdul Halim tidak menyebutkan siapa terlapornya karena terlapor dalam lidik. Dan laporan dibuat bukan karena adanya putusan kasasi," kata kuasa hukum Abdul, Hendra, dalam keterangan tertulis, Rabu, 25 November 2020.
 
Hendra menuturkan kliennya hanya mengetahui perusahaan yang diduga terlibat dalam tindak pidana pemalsuan sertifikat tanah, PT Salve Veritate. Nama ketiga terlapor terkuak setelah kepolisian melakukan penyelidikan. Orang yang diduga terlibat ialah Paryoto, Ahmad Djufri, dan mafia tanah Benny Simon Tabalujan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi ya didapat oleh penyidik bahwa tindak pidana dilakukan oleh ketiga tersangka tersebut," tuturnya.
 
Hendra memandang ada kesimpangsiuran dalam pemberitaan salah satu media online. Pasalnya, dalam berita itu menyatakan bahwa Abdul Halim melaporkan tiga orang tersebut dalam kasus pemalsuan akta autentik.
 
"Nah itu salah, klien kami tidak pernah menyebutkan siapa terlapornya," ujar Hendra.
 
Baca: Terdakwa Sengketa Tanah Cakung Mengaku Diintervensi
 
Terlepas dari itu, Hendra mengatakan PT Salve Veritate menggungat Kantor Wilayah (Kanwil) BPN DKI Jakarta mengenai surat keputusan (SK) Kanwil ke Pengadian Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Perkara terdaftar dengan nomor 59/G/2020/PTUN.DKI.
 
Hendra menyebutkan perkara itu telah diputus pada 3 September 2020. Majelis hakim menolak gugatan PT Salve Veritate.
 
"Gugatan ditolak karena menurut majelis hakim SK Kanwil telah benar dan tetap serta sesuai dengan prosedur dan aturan hukum yang berlaku," sebut Hendra.
 
Baca: Aparat Diminta Ungkap Dalang di Sengketa Tanah Cakung
 
Kasus ini bermula dari persoalan sengketa tanah seluas 52.649 meter persegi di Kampung Baru RT09/08, Cakung Barat, Cakung Kota, Jakarta Timur. Konflik tanah ini terjadi antara pelapor Abdul Halim dan Benny Simon Tabalajun. Laporan Abdul terdaftar dengan nomor LP/5471/X/20/PMJ Ditreskrimum, tanggal 10 Oktober 2018.
 
Polda Metro Jaya sudah menetapkan Benny, mantan juru ukur BPN Paryoto, dan kolega Benny, Achmad Djufri, sebagai tersangka dalam kasus ini. Paryoto dan Djufri masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.
 
Sedangkan Benny belum pernah menampakkan diri selama proses penyidikan di Polda Metro Jaya. Informasi teranyar, dia disebut kabur ke Australia.
 
Baca: Mafia Tanah Benny Simon Masuk DPO
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif