Suasana sidang kasus dugaan korupsi bansos covid-19 dengan terdakwa Juliari Batubara/Medcom.id/Fachri
Suasana sidang kasus dugaan korupsi bansos covid-19 dengan terdakwa Juliari Batubara/Medcom.id/Fachri

Hakim Peringatkan Juliari Tak Main Suap dalam Perkaranya

Nasional Kasus Suap kasus korupsi Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi Korupsi Bansos Covid-19 Juliari P Batubara
Fachri Audhia Hafiez • 21 April 2021 13:15
Jakarta: Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis memperingatkan mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara agar tak menyuap dalam proses pembuktian perkaranya. Juliari merupakan terdakwa kasus suap penyedia bantuan sosial (bansos) sembako di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 2020.
 
"Saya peringatkan kepada saudara tidak berpikir untuk menyuap dalam perkara saudara ini," kata Damis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 21 April 2021.
 
Damis meminta Juliari berhubungan hanya dengan penasihat hukumnya. Damis menegaskan agar Juliari tak percaya dengan iming-iming membantu perkara, termasuk memengaruhi hakim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Juliari Beli Sapi Hingga Bayar Honor Cita Citata Pakai Uang Korupsi
 
"Sengaja saya yang pegang perkara ini supaya tidak ada pihak-pihak yang mencoba mendekati dan memengaruhi hakim," ujar Damis.
 
Juliari diminta menjalani proses perkara dengan benar. Majelis akan menentukan Juliari bersalah atau tidak dengan melihat fakta yang terungkap di persidangan.
 
"Kalau tidak terbukti pasti terdakwa akan menjelaskan. Kalau saudara terbukti tapi perbuatan saudara bukan tindak pidana atau ada alasan pembenar dan pemaaf, maka dinyatakan lepas dari tuntutan hukum," ucap Damis.
 
Pada perkara ini Juliari didakwa menerima suap dengan total Rp32,48 miliar. Uang haram tersebut diperoleh dari penyedia barang untuk pengadaan paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19.
 
Juliari disebut menerima uang suap secara bertahap. Fulus Rp1,28 miliar diperoleh dari konsultan hukum Harry Van Sidabukke.
 
Uang tersebut diterima melalui dua pejabat pembuat komitmen (PPK) bansos Kementerian Sosial (Kemensos) Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso. Berikutnya, uang Rp1,96 miliar dari Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja.
 
Selain itu, Juliari diduga menerima Rp29,25 miliar dari sejumlah pengusaha penyedia bansos sembako. Seluruh rangkaian penerimaan duit itu dilakukan pada Mei-Desember 2020.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif