Ilustrasi KPK. Foto: MI.
Ilustrasi KPK. Foto: MI.

Anak Yasonna Diduga Kerjakan Sejumlah Proyek di Medan

Nasional kasus suap
Kautsar Widya Prabowo • 19 November 2019 10:38
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami sejumlah proyek yang dikerjakan PT Kani Jaya Sentosa milik Yamitema T Laoly, anak Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Penyidik mendalami hal itu pada Yamitema saat pemeriksaan.
 
"Saya tentu tidak bisa menjelaskan lebih lanjut lanjut materi perkaranya, berapa proyek yang pernah dipegang atau bagaimana proses dari lelang itu, berapa anggarannya dan lain-lain," kata juru bicara KPK Febri Diasnyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 18 November 2019.
 
Yamitema diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wali Kota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin. Tengku diduga menerima suap terkait sejumlah proyek di Medan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Febri menyebut keterangan Yamitema sangat dibutuhkan penyidik. "Yang dibutuhkan ialah keterangan Yemitema dalam kapasitas dia sebagai pihak swasta terkait dengan proyek yang dikerjakan di Medan," tutur dia.
 
Yamitema membantah pernah mengurusi proyek di Medan. Dia mengaku tak ditanya penyidik terkait proyek-proyek itu.
 
Yamitema mengeklaim tak pernah mengerjakan proyek di Medan, termasuk mengikuti lelang. Dia cuma mengenal elite di Pemerintahan Kota Medan.
 
"Pak Isa (Kapala Dinas PU Kota Medan Isa Ansyari) kenal, baru kenal, sama Walkot (Wali Kota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin) kenal," kata Yamitema.
 
KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, yakni Wali Kota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin; Kadis PU Kota Medan Isa Ansyari; dan Kepala Subbagian Protokoler Kota Medan Syamsul Fitri Siregar. Mereka terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 15-16 Oktober 2019.
 
Dzulmi dan Syamsul selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Isa disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif