Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri

KPK Periksa Eks Pejabat Telkom

Nasional kasus korupsi
M Sholahadhin Azhar • 22 Januari 2020 13:50
Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil eks Account Representative Business Service Regional I Divisi Business Service PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk, Deni Handoko. Deni diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Agama pada 2011.
 
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka USM (Pejabat Pembuat Komitmen Ditjen Pendis Kemenag Undang Sumantri)," kata plt juru bicara KPK, Ali Fikri, saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.
 
KPK juga memanggil eks Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Fahd El Fouz A Rafiq. Pemeriksaan ini untuk melengkapi berkas perkara dari Undang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPK menetapkan Undang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Agama pada 2011. Penetapan tersangka berdasarkan hasil pengembangan perkara yang menjerat mantan anggota komisi VIII DPR Zulkarnaen Djabar dan anak Zulkarnaen, Dendy Prasetia. Zulkarnaendivonis 15 tahun penjara, sedangkan Dendy 8 tahun bui.
 
Undang diduga korupsi di dua proyek di lingkungan Kemenag. Dia mencari untung dari pengadaan peralatan laboratorium komputer untuk madrasah tsanawiyah, pengadaan sistem komunikasi dan media pembelajaran terintegrasi madrasah tsanawiyah serta madrasah aliyah di Ditjen Pendidikan Dasar Kementerian Agama pada 2011.
 
Kerugian negara pada kedua kasus ini diperkirakan Rp16 miliar. Pada pengadaan peralatan laboratorium komputer untuk Madrasah Tsanawiyah negara merugi Rp12 miliar, sedangkan pada pengembangan sistem komunikasi mencapai Rp4 miliar.
 
Undang dijerat Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif