Sidang terdakwa Markus Nari. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang terdakwa Markus Nari. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Markus Nari Bayarkan Umrah Pengacara

Nasional korupsi e-ktp
Fachri Audhia Hafiez • 21 Oktober 2019 15:15
Jakarta: Terdakwa kasus merintangi persidangan KTP berbasis elektronik (KTP-el), Markus Nari, mengaku memberikan uang kepada pengacara Anton Tofik. Markus membantah pemberian terkait kasus yang menjeratnya.
 
"Saya memberikan (uang) sebelum dipanggil jadi saksi di KPK (terkait kasus KTP-el). Saya pernah membantu dia (Anton) untuk umrah," ujar Markus saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 21 Oktober 2019.
 
Markus mengungkapkan memberikan fulus dua kali buat Anton, yakni SGD5 ribu dan SGD10 ribu. Eks anggota DPR itu juga membantah memberikan uang agar Anton memantau persidangan terkait korupsi KTP-el dengan terdakwa pejabat Kemendagri, Sugiharto dan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Markus disebut memberikan uang kepada Anton buat mengawal persidangan. Sekaligus, mengatur agar saksi eks anggota DPR Miryam S Haryani dan Sugiharto mencabut keterangan yang menyebut memberikan Markus SGD400 ribu terkait proyek KTP-el.
 
Markus didakwa merintangi secara langsung atau tidak langsung pemeriksaan Miryam dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor Jakarta. Miryam dan Sugiharto merupakan terpidana kasus KTP-el.
 
Markus didakwa melanggar Pasal 21 atau Pasal 22 jo Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif