Tim kuasa hukum Sekertaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, Bachtiar Aziz. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya
Tim kuasa hukum Sekertaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, Bachtiar Aziz. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya

Penyidik Mencecar Munarman

Nasional Ninoy Karundeng
Kautsar Widya Prabowo • 10 Oktober 2019 01:14
Jakarta: Tim kuasa hukum Sekertaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, Bachtiar Aziz, menyebut kliennya diberi 18 pertanyaan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Penyidik menggali keterangan atas percakapan Munarman dengan tersangka Supriyadi (S) melalui aplikasi Whatsapp.
 
"Isi WA dua hari setelah kejadian tanggal 30 (September) yang terkait (penganiyaan) Ninoy," ujar Bachtiar saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.
 
Dia berkilah pertanyaan atas percakapan itu tak relevan, sebab dialog antara Munarman dan Supriyadi dilakukan setelah penganiayaan. Lebih lanjut Bachtiar mengeluh kliennya telah selesai menjalani pemeriksaan sejak pukul 18.00 WIB. Namun hingga pukul 21.30 WIB belum diperbolehkan keluar dari Gedung Direktorat Kriminal Umum Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari magrib sudah selesai, sudah tanda tangan berita acara pemeriksaan juga," kata dia.
 
Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman memenuhi panggilan polisi Direktorat Reserse Kiriminal Umum Subdit Resmob Polda Metro Jaya. Munarman didampingi kuasa hukumnya, Samsul Bahri.
 
"Prinsipnya kita ke sini hanya memberikan klarifikasi ada panggilan menyebutkan bahwa tersangka berkomunikasi dengan Pak Munarman," kata Samsul di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 9 Oktober 2019.
 
Polda Metro Jaya menetapkan 13 tersangka terkait kasus dugaan penganiayaan Ninoy Karundeng. Tiga dari belasan orang tersangka itu dijerat menggunakan UU ITE karena merekam dan menyebarkan video Ninoy saat diinterogasi orang tak dikenal.
 
Sedangkan, tersangka AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, Fery alias F, dan Sekretaris Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar, dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 335 KUHP.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif