Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan murid seusai menyaksikan drama bertajuk Prestasi Tanpa Korupsi di SMKN 57 Jakarta. Foto: Antara/Aprilio Akbar
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan murid seusai menyaksikan drama bertajuk Prestasi Tanpa Korupsi di SMKN 57 Jakarta. Foto: Antara/Aprilio Akbar

Jokowi Tegaskan Program Pemberantasan Korupsi Harus Dievaluasi

Nasional Hari Antikorupsi Internasional
Antara • 09 Desember 2019 13:39
Jakarta: Presiden Joko Widodo menilai program pemberantasan korupsi perlu dievaluasi. Terutama, program-program yang dikerjakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
 
"Saya kira kita harus mengevaluasi seluruh program yang hampir 20 tahun ini berjalan, Pertama penindakan itu perlu tapi menurut saya, kita pertama harus pembangunan sistem," tegas Jokowi usai menyaksikan Pentas #PrestasiTanpaKorupsi di SMK 57 Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.
 
Menurut Jokowi, pembangunan sistem sangat penting memagari praktik rasuah. Selain itu, perbaikan dalam hal rekrutmen politik diperlukan. Rekrutmen politik dimaksud yakni bagaimana merekrut kader partai politik yang menduduki jabatan di legislatif maupun eksekutif

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Proses rekrutmen politik penting sekali jangan sampai rekrutmen politik membutuhkan biaya yang besar sehingga nanti orang akan tengak-tengok bagaimana pengembaliannya, bahaya," ucap Jokowi.
 
Mantan Wali Kota Solo itu juga menginginkan pemberantasan korupsi dilakukan secara fokus. Setiap tindakan pemberantasan korupsi memberikan hasil konkret dan bisa diukur.
 
Presiden Jokowi juga tetap mendukung operasi tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Namun, perlu disertai perbaikan sistem.
 
"Misalnya satu provinsi ada gubernur ditangkap, setelah ditangkap seharusnya perbaikan sistem masuk ke situ," ucap Presiden.
 
Kepala Negara segera bertemu pimpinan dan dewan pengawas (Dewas) KPK. Jokowi ingin poin perbaikan yang ia maksud dijalankan Lembaga Antirasuah.
 
"Perbaikan sistem, baik rekrutmen sistem di politik, yang ketiga mengenai fokus di KPK apakah perbaikan di sisi eksekutif, daerah atau sisi pemerintah pusat atau kepolisian atau kejaksaan? Sehingga harus ditentukan fokusnya sehingga tidak sporadis, evaluasi sangat perlu," ucap Jokowi.
 
Menurut Jokowi, komunikasi dengan partai politik juga diperlukan dalam program pemberantasan korupsi. Utamanya, terkait perbaikan sistem rekrutmen politik di masa mendatang.
 
"Harus dibicarakan dengan partai politik sistem rekrutmen politik yang paling murah ini yang perlu dibicarakan. Mulai dari mana? Sistem rekrutmen politik ya bersama-sama dari situ, atau perbaikan sistem pemerintah pusat, ayo kita mulai," ujarnya.
 
Presiden Jokowi menekankan perbaikan sejumlah sistem elektronik yang sudah dikerjakan, tapi belum maksimal. Misalnya, e-procurement, e-tendering, e-budgeting.
 
"Harus diperbaiki terus sehingga memperbaiki sistem, hal yang penting kita lakukan sudah ada e-procurement (pengadaan elektronik), sudah ada e-tendering (tender elektronik) sudah ada, tapi masih ada seperti ini artinya harus ada perbaikan sistem," pungkasnya.
 
Presiden Jokowi menghadiri Pentas #PrestasiTanpaKorupsi di SMK 57 Jakarta yang bertepatan dengan perayaan Hari Antikorupsi se-Dunia. Dalam pentas tersebut ditampilkan drama singkat yang dimainkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, serta artis Bedu dan Sogi Indra Dhuaja.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif