Personel kepolisian mengepung tersangka cabul MSAT (Foto / Metro TV)
Personel kepolisian mengepung tersangka cabul MSAT (Foto / Metro TV)

MSAT Sulit Ditangkap, Ini 5 Fakta yang Diungkap Polisi

Patrick Pinaria • 07 Juli 2022 22:20
Jakarta: Sejumlah aparat kepolisian menyergap Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Kamis, 7 Juli 2022. Penyergapan ponpes ini merupakan upaya polisi dalam penangkapan putra KH Muhammad Mukhtar Mukthi, MSAT, 42, tersangka kasus dugaan pencabulan santri.
 
Penyergapan dilakukan sejak pagi hari. Namun, polisi kesulitan menemukan MSAT lantaran mengalami sejumlah kendala. 
 
Salah satunya menghadapi puluhan orang yang mencoba untuk menghalangi langkah polisi melakukan pencarian tersangka. Kini, puluhan orang tersebut juga sudah diamankan polisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, polisi pun harus menyisir area pesantren seluas 5 hektare untuk mencari MSAT.
 
"Kan pondok ini seluas 5 hektare, kemudian bangunan banyak. Kami hunting, periksa satu per satu bangunan di dalam. Sampai sekarang masih proses pencarian yang bersangkutan," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto dikutip dari Antara pada Kamis, 7 Juli 2022.
 
Baca: Polisi Tangkap 360 Pengikut Tersangka Pencabulan Santriwati MSAT 

Hingga saat ini, MSAT belum ditemukan. Namun, polisi terus berupaya untuk mencari pelaku pencabulan santriwati tersebut.
 
MSAT sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2020. Namun yang bersangkutan terus mangkir dari panggilan pemeriksaan di Polda Jatim. Ia menjadi tersangka kasus asusila kepada para santri di pesantren yang dipimpin ayahnya tersebut.
 
MSAT bertugas sebagai pengurus pesantren yang dipimpin ayahnya itu. Ia juga sebagai guru di Pesantren Shiddiqiyah Ploso, Kabupaten Jombang, tersebut. 
 
Sementara itu, dalam upaya pencarian MSAT, polisi terus menemukan sejumlah fakta. Berikut ini di antaranya yang sudah dirangkum Medcom.id:

1. Polisi tangkap sopir yang menghalangi penangkapan MSAT

Aparat kepolisian membekuk seorang sopir mobil yang menghalang-halangi petugas saat hendak menangkap MSAT, putra seorang kiai ternama di Jombang berstatus tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwatinya.
 
"Kami menangkap sopir mobil yang menghalang-halangi atas nama Dede. Dia sudah kami tangkap," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, di sela upaya penangkapan MSAT, di Jombang, Kamis, 7 Juli 2022.
 
Dirmanto mengatakan Dede ini merupakan sopir mobil bernomor polisi S-1747-ZJ yang pada hari Minggu, 3 Juli 2022 menghalangi polisi dalam upaya penangkapan MSAT.

2. Bakal buru MSAT sampai dapat

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Dirmanto menegaskan pelaku pencabulan santriwati, Moch Subchi Azal Tsani, masih buron. Video yang beredar di media sosial merupakan penangkapan sopir Subchi, berinisial DD. 
 
"Yang tertangkap baru sopirnya yang sempat menghalangi petugas. Saat ini, kami masih proses pencarian kepada yang bersangkutan," kata Dirmanto, di Jombang, 7 Juli 2022.
 
Dirmanto mengatakan pelaku masih bersembunyi di dalam Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso, Jombang. Namun, Dirmanto mendapat kabar bahwa pihak keluarga akan mengantarkan pelaku ke Polda Jatim.
 
"Sekarang ini kami berupaya untuk mencari yang bersangkutan sampai dapat," ungkap dia.

3. Alasan penjemputan paksa MSAT

Dirmanto juga menjelaskan alasan polisi menjemput paksa MSAT. Menurutnya, tersangka kerap mangkir dari panggilan polisi.
 
"Polda Jatim sudah cukup lama tangani kasus ini secara humanis, kami sudah ingatkan, juga beri masukan ke keluarga, pengacara, namun yang bersangkutan bersikukuh belum mau untuk hadir di polda. Kami terbitkan DPO hari ini upaya paksa ditangkap," kata dia.
 
"Ini langkah terakhir polisi untuk menyerahkan ke pengadilan. Kita ketahui yang bersangkutan belum tentu salah, belum tentu benar juga. Nanti ditentukan di pengadilan, jadi mohon doanya mudah-mudahan hari ini Polda Jatim bisa menangkap yang bersangkutan," tutur Dirmanto.

4. Temukan banyak ruang rahasia di Pesantren Shiddiqiyah

Pada kesempatan itu, Dirmanto juga mengatakan pihaknya menemukan banyak ruang rahasia di Pesantren Shiddiqiyah Ploso. Hal itu pun membuat pencarian MSAT memakan waktu yang cukup lama.
 
"Sampai saat ini polisi terus mencari MSAT. Kami masih fokus di dalam karena banyak sekali ruangan di sana yang kosong, yang tersembunyi banyak, sehingga kami terus menggeledah ruangan itu," tutur Dirmanto.

5. Amankan 320 simpatisan 

Selain masih mencari keberadaan MSAT, hingga kini polisi juga memeriksa simpatisan tersangka. Sekitar 320 orang yang dibawa ke Polres Jombang. Dari jumlah itu, 20 di antaranya anak-anak.
 
"Di dalam (pesantren) banyak simpatisan. Kami sudah mengamankan mereka ke Polres Jombang, jumlahnya 320 orang, 20 di antaranya anak-anak, kami pilah. Banyak dari luar kota, ada yang dari Malang, Banyuwangi, Semarang, Yogyakarta, Lampung," tuturnya.
 
(PAT)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif