Sidang mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara. Medcom.id/Fachri
Sidang mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara. Medcom.id/Fachri

Sidang Gugatan Deolipa, Hakim Berharap Penggugat dan Tergugat Berdamai

Fachri Audhia Hafiez • 05 Oktober 2022 21:44
Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) memerintahkan mediasi kepada penggugat sekaligus mantan pengacara Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Deolipa Yumara dan M Burhanuddin, untuk mediasi dengan tergugat. Mediasi diharapkan menemukan jalan damai.
 
"Mudah-mudahan selesai dengan perdamaian ya, Pak. Kami berharap seperti itu," kata Ketua Majelis Hakim Siti Hamidah saat persidangan di PN Jaksel, Rabu, 5 Oktober 2022.
 
Hamidah mengatakan kedua pihak diberi waktu untuk mediasi maksimal 30 hari. Sementara, bila dalam jangka waktu tersebut belum menemukan titik temu maka perkara akan dilanjutkan ke sidang pokok perkara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak menutup kemungkinan 30 hari ternyata deadlock bisa diserahkan kepada ke majelis. Kami akan membuka persidangan setelah ada laporan," ujar Hamidah.
 
Deolipa dan M Burhanuddin menggugat sejumlah pihak termasuk mantan kliennya sendiri, Bharada E. Keduanya juga menggugat Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, dan pengacara baru Bharada E, Ronny Berty Talapessy.
 
Pada petitumnya, Deolipa meminta majelis hakim menyatakan surat pencabutan kuasa atas Bharada E pada 10 Agustus 2022 batal demi hukum. Deolipa tidak menjadi pengacara Bharada E usai pencabutan tersebut.
 
Deolipa juga meminta pencabutan kuasa oleh Bharada E serta Kapolri dan Kabareskim dinyatakan sebagai itikad jahat dan melawan hukum. Dia juga meminta tergugat untuk membayar Rp15 miliar sebagai fee karena telah mendampingi Bharada E.
 
"Menghukum Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III secara tanggung renteng untuk membayar biaya fee pengacara kepada para penggugat sebesar Rp15 miliar," bunyi petitum gugatan dikutip dari laman SIPP PN Jaksel.
 
Selain itu, Burhanuddin dan Deolipa meminta majelis hakim menyatakan keduanya adalah penasihat hukum Bharada E yang sah. Lalu, mempunyai hak untuk melakukan pembelaan kepada Bharada E sampai pada persidangan.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif