Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD/MI/Susanto
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD/MI/Susanto

Menko Polhukam: Penangkapan Djoko Tjandra Dirancang Sejak 20 Juli

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Antara • 31 Juli 2020 06:48
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD merespons penangkapan buron Djoko Soegiarto Tjandra. Dia mengaku tak kaget dengan diringkusnya terpidana kasus hak tagih Bank Bali itu.
 
"Karena operasi ini dirancang sejak tanggal 20 Juli. Jadi 20 Juli lalu, saya mau mengadakan rapat lintas kementerian dan aparat penegak hukum untuk buat rencana operasi penangkapan," kata Mahfud dalam press update yang diberikan oleh Humas Kemenko Polhukam, di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2020 dini hari.
 
Baca:Dua Minggu Djoko Tjandra Diburu

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo datang ke kantornya sebelum rapat berlangsung. Listyo menyatakan pihaknya menyiapkan operasi penangkapan.
 
Mahfud menyebut saat itu, Indonesia Police Watch (IPW) dan banyak pihak mengusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan. Yakni dengan menghubungi Pemerintah Malaysia untuk menyerahkan Djoko Tjandra.
 
"Tetapi waktu itu, Pak Listyo meyakinkan kami tidak usah G to G. Namun, cukup police to police. Kabareskrim pun berangkat pada malam itu," kata Mahfud.
 
Skenario itu, ujar Mahfud lagi, hanya diketahui dua orang lain selain dirinya. Yakni Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan Presiden Jokowi.
 
Proses selanjutnya, Mahfud menyerahkannya ke Mahkamah Agung (MA). Sehingga dirinya, termasuk Presiden Jokowi, polisi, serta jaksa tidak bisa ikut campur dalam proses penyelidikan dan penyidikan.
 
"Ini sudah ranah MA. Polisi, jaksa tak bisa ikut campur. Pengawasan masyarakat, pelototan masyarakat sekarang sangat efektif untuk awasi dunia peradilan," kata Mahfud.
 
Mahfud bersyukur Djoko Tjandra berhasil ditangkap. Djoko akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mabes Polri. Keberhasilan penangkapannya berkat kerja sama police to police bersama Polis Diraja Malaysia (PDMR).
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif