Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo--Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo--Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

JAD Lampung Terafiliasi ISIS

Nasional terorisme
Theofilus Ifan Sucipto • 06 Mei 2019 17:11
Jakarta: Organisasi Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung disebut terafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka terstruktur dan kuat.
 
"Mereka memiliki afiliasi dan ideologi yang sama yaitu kelompok militan Islamic State (ISIS)," kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 6 Mei 2019.
 
Selain itu, ada jaringan teroris yang sifatnya menyendiri (lone wolf). Mereka biasanya terpapar paham radikalisme melalui media sosial dan aktif mengikuti alur komunikasi di media sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka bisa melakukan tindakan-tindakan amaliah dan serangan langsung pada aparat keamanan," ujar Dedi.
 
Serangan tersebut, terang dia, bisa menggunakan senjata tajam, hingga bom. Bom yang digunakan pun biasanya dirakit sendiri untuk menyerang aparat keamanan.
 
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 juga terus bekerja dengan keras untuk mengantisipasi serangan teroris. Densus 88 juga terus memonitoring secara intensif pergerakan mereka.
 
"Kami juga mewaspadai lone wolf dan sel terpisah yang tidak terstruktur yang akan melakukan aksi-aksi terorisme," ucap dia.
 
Baca:Densus 88 Gerebek Terduga Teroris di Bekasi
 
Menurut dia, kinerja Densus 88 terbantu berkat adanya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Aparat Densus 88. UU itu memperkenankan Densus 88 untuk melakukan tindakan preventif.
 
Sebelumnya, kepolisian menangkap tiga orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) tindak pidana teroris di Bekasi. Salah satu di antaranya terlibat dalam JAD Lampung.
 
"Telah dilaksanakan upaya paksa terhadap pelaku tindak pidana terorisme dan dilakukan penangkapan tiga orang," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu 4 Mei 2019.
 
Ketiga orang tersebut adalah SL, 34, AN, 20, dan MC, 28. SL ditangkap di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu, 4 Mei 2019 pukul 04.34 WIB. Sementara itu, AN ditangkap di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pukul 08.49 WIB, dan MC ditangkap di Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, pukul 14.30 WIB
 
Dedi mengatakan SL ditangkap karena terlibat DPO JAD Lampung, sedangkan AN dan MC ditangkap karena menyembunyikan DPO JAD Lampung. Dia mengatakan pelaku tersebut tadinya akan melakukan amaliah dengan sasaran anggota Polri saat Pemilu 2019.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif