Gratifikasi Bupati Cirebon Diulik Lewat Pegawai Bank

Fachri Audhia Hafiez 15 November 2018 12:10 WIB
kasus suap
Gratifikasi Bupati Cirebon Diulik Lewat Pegawai Bank
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut kasus gratifikasi bupati nonaktif Cirebon, Sunjaya Purwadisastra. Sebanyak empat pegawai bank akan diperiksa penyidik KPK.

Keempat pegawai bank tersebut diantaranya, Mery Astuti, dan Dhea Amellia dari Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Cirebon Siliwangi. Kemudian Abdul Qodir, pegawai Bank Mandiri Kantor KCP Cirebon Tegalwangi dan Asmara Wati pegawai Bank BCA KCP Cirebon Plered.

"Keempatnya diperiksa sebagai saksi tindak pidana korupsi menerima gratifikasi untuk tersangka SUN (Sunjaya ‎Purwadisastra)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis, 15 November 2018.


Sunjaya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima gratifikasi sebesar Rp6,4 miliar. Uang tersebut disimpan dalam rekening atas nama orang lain.

Dia juga terjerat kasus suap bersama Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya terlibat kasus dugaan suap terkait mutasi jabatan, proyek dan perizinan di Kabupaten Cirebon tahun anggaran 2018.

Dalam kasus ini, Sunjaya diduga telah menerima suap dari Gatot sebesar Rp100 juta. Uang itu bagian fee atas mutasi dan pelantikan Gatot sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Cirebon.

Atas perbuatannya, Sunjaya selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Gatot sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id