Kepolisian merilis penangkapan pelaku tawuran di Cakung, Jakarta timur. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kepolisian merilis penangkapan pelaku tawuran di Cakung, Jakarta timur. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Tawuran di Cakung Bermotif Dendam

Nasional tawuran
Siti Yona Hukmana • 20 Maret 2019 23:41
Jakarta: Polda Metro Jaya menangkap 17 orang pelaku tawuran di Jalan Raya Bekasi KM 19,8, Jalan Swadaya 3, Cakung, Jakarta Timur. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memastikan tawuran bermotif dendam.
 
Argo menjelaskan, tawuran ini melibatkan dua kelompok, yakni 'tiga serangkai', dan komunitas 'warung jengkol' (Warjeng). Kelompok tiga serangkai beranggotakan sejumlah warga dari Kampung Kayu Tinggi, Pedurenan, dan Rawa Jahe. Sedangkan komunitas Warjeng adalah sejumlah warga di Jalan Swadaya 3, Cakung, Jakarta Timur.
 
"Motifnya adalah balas dendam, karena tersangka ini seminggu sebelumnya diserang juga oleh kelompok Warjeng ini," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Argo menjelaskan, tawuran terjadi pada Minggu, 17 Maret 2019 pukul 04.15 WIB. Tawuran bermula saat 30 orang dari kelompok 'tiga serangkai' menyambangi kelompok Warjeng di Cakung. Kelompok 'tiga serangkai' ini datang membawa batu dan senjata tajam.
 
"Ada yang sebagai penyerang menggunakan batu yang diambil dari fasilitas umum di Terminal Pulo Gadung, ada juga bawa samurai dan parang untuk membacok korban, ada juga menggunakan celurit yang membacok korban hingga lengan korban putus," jelas Argo.
 
Para pelaku, kata Argo, juga menyiarkan secara langsung aksi mereka melalui media sosial Instagram. Lima orang kelompok 'Warjeng' diketahui luka-luka. "Ada luka bacok di kepala, pergelangan tangan putus. Korban dibawa ke Rumah Sakit Colombia dan Rumah Sakit Persahabatan," beber Argo.
 
Baca: 17 Pelaku Tawuran di Jaktim Ditangkap
 
Pada kasus ini, polisi menangkap 17 pelaku tawuran. Namun, hanya 13 yang ditetapkan sebagai tersangka, tiga di antaranya masih kategori di bawah umur.
 
Atas perbuatannya, para tersangka dengan usia dewasa dijerat Pasal 170 KUHP. Ancaman hukumannya, 12 tahun penjara. Sedangkan, tiga tersangka yang masih dibawa umur dikenakan Undang-undang Perlindungan Anak. "Perlakuannya akan berbeda. Kami sudah komunikasikan dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas)," pungkasnya.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif