Eksekusi Aman Abdurrahman Tunggu Waktu
Jaksa Agung M Prasetyo. Foto: MI/Immanuel.
Jakarta: Jaksa Agung M Prasetyo tengah menunggu waktu yang tepat untuk mengeksekusi mati terpidana teroris Aman Abdurrahman. Pasalnya, dia membutuhkan kepastian apakah Aman akan mengajukan upaya hukum.

"Ya, kita kita tunggu saja. Kita lihat seperti apa nanti. Tentunya kan butuh kepastian, benar enggak dia enggak ngajuin upaya hukum. Karena apa, itu ada tenggat waktunya," kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin No 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Juli 2018. 

Menurut dia, meski ada kabar Aman tidak mengajukan banding, tetapi hal itu belum jelas. Pasalnya, Aman bisa saja mengajukan grasi kepada Presiden Joko Widodo.


"Jadi, kita lihat dulu sampai betul-betul hak hukumnya terpenuhi semua, baru kita pikir soal lain, eksekusi," tutur dia.

Prasetyo menekankan semua terpidana diberikan kesempatan melakukan upaya hukum, begitu juga dengan terpidana Aman. Upaya hukum adalah hak semua terdakwa.

"Kita enggak bisa pengaruhi, enggak bisa kita suruh-suruh, enggak bisa kita larang," jelas dia.

Dia pun belum dapat menentukan kapan eksekusi mati digelar. "Prosesnya kan enggak sesederhana itu, apalagi menyangkut nyawa," pungkas dia.

Baca: Terduga Teroris Yogyakarta Berjualan Busur Panah

Aman Abdurrahman divonis hukuman mati di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat, 22 Juni 2018. Dia adalah residivis kasus terorisme yang menjadi pengagas Jamaah Ansharud Daulah (JAD). 

Aman juga dianggap menjadi penganjur amaliah teror kepada para pengikutnya. Pemahaman soal syirik demokrasi yang disebar Aman di internet juga dapat memengaruhi banyak orang. 

Aman didakwa sebagai aktor intelektual yang memberikan doktrin kepada pelaku bom bunuh diri di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016. Dia juga disebut ada di balik bom Kampung Melayu, Jakarta, dan Samarinda, Kalimantan Timur.




(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id