14 Anggota DPRD Malang Kembalikan Uang Suap
Juru bicara KPK Febri Diansyah--Antara/Reno Esnir
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima pengembalian uang dari 14 anggota DPRD Kota Malang, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Tahun Anggaran 2015. Uang disita untuk jadi barang bukti dalam persidangan.

"Jadi ada sekitar 14 dari 18 orang tersebut mengembalikan uang ke penyidik, jadi tentu uang itu kemudian disita dan dijadikan bukti dalam perkara ini," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 22 Juni 2018.

Febri belum mau merinci lebih detail soal total uang yang dikembalikan tersebut. "Saya belum dapat lagi informasi terkait dengan jumlah nanti kami akan update," ujarnya.


Menurut Febri, pengembalian uang ini tidak akan menghilangkan unsur pidana dalam kasus tersebut. Namun, hal ini akan jadi pertimbangan jaksa penuntut untuk meringankan tuntutan ke-14 tersangka tersebut.

Baca: Tujuh Anggota DPRD Kota Malang Diperiksa Sebagai Tersangka Suap

Oleh karena itu, KPK meminta kepada empat tersangka lain untuk bersikap kooperatif dengan mengembalikan uang suap. Apalagi, Lembaga Antikorupsi punya bukti kuat untuk menuntut hukuman berat kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini.

"KPK sudah punya bukti yang kuat ketika penetapan tersangka jadi akan lebih baik para tersangka kemudian kooperatif mengakui perbuatannya," pungkasnya.

KPK menetapkan Wali Kota Malang Mochammad Anton dan 18 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Tahun Anggaran 2015. Anggota DPRD Malang yang ditetapkan sebagai tersangka itu antara lain, HM Zainudin dan Wiwik Hendri Astut, masing-masing sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Malang.

Kemudian para anggota dewannya yakni, Suprapto, Sahrawi, Salamet, Mohan Katelu, Sulik Lestyowati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiana, Heri Pudji Utami, Hery Subianto, Rahayu Sugiarti, Sukarno, Ya'qud Ananda Budban serta Abdul Rachman.

Kasus suap ini merupakan hasil pengembangan kasus yang lebih dulu menjerat mantan Ketua DPRD Malang M Arief Wicaksono serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistiyono. Keduanya kini tengah menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Jawa Timur.



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id