Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Foto: Zaenal Arifin/Medcom.id
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Foto: Zaenal Arifin/Medcom.id

Hasto Enggak Tahu Stafnya Ditangkap KPK

Nasional OTT KPK
Zaenal Arifin • 09 Januari 2020 19:49
Jakarta: Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto tidak mengetahui stafnya ikut ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus yang menyeret Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Hasto menunggu pengumuman dari KPK yang akan dilakukan pada malam ini.
 
"Sampai saat ini kami belum tau, karena itu kita menunggu apa yang disampaikan KPK," kata Hasto di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Politikus Partai Demokrat Andi Arief sempat mencuit soal operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Wahyu di media sosial Twitter. Andi menyebut dua staf Hasto berinisial D dan S ikut terjaring OTT KPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasto mengakui salah satu stafnya kader PDIP. Dia menyayangkan jika anak buahnya yang ditangkap KPK. "Sebagai kader PDIP, seharusnya bertindak menjalankan garis-garis kebijakan ideologi partai, termasuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hukum," kata Hasto.
 
Hasto menegaskan, PDIP tak akan bertanggung jawab jika stafnya betul-betul terbelit kasus korupsi. "Apa yang terjadi terhadap anggota dan kader, partai tentu saja ikut bertanggung jawab. Tetapi ketika itu menyentuh persoalan hukum, partai tidak bertanggung jawab," pungkas Hasto.
 
KPK menangkap tangan Wahyu di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, saat hendak terbang menuju Bangka Belitung, Rabu, 8 Januari 2020. Ada tiga orang lain yang juga turut digiring ke KPK.
 
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri menyebut hingga hari ini ada delapan orang yang diperiksa penyidik KPK berkaitan OTT Wahyu. Namun, nama ketujuh lainnya belum dipublikasi secara resmi.
 
"Saat ini sudah ada delapan orang yang diperiksa. Tim penyelidikan masih bekerja," kata Ali saat dikonfirmasi, Kamis, 9 Januari 2020.
 
KPK juga menyita sejumlah mata uang asing dalam OTT Wahyu. Nominal duit itu berkisar Rp400 juta.
 
Informasi yang dihimpun, kasus yang melibatkan Wahyu terkait dugaan suap proses pergantian antarwaktu (PAW) di DPR. Suap ini melibatkan salah satu calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan berinisial HM.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif