Penahanan Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya - Medcom.id/Faisal Abdalla.
Penahanan Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya - Medcom.id/Faisal Abdalla.

Penahanan Mustofa Ditangguhkan

Nasional hoax
Faisal Abdalla • 03 Juni 2019 14:49
Jakarta: Penahanan Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya, ditangguhkan. Penangguhan penahanan Mustofa dijamin oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
 
Pantauan Medcom.id, Mustofa meninggalkan Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan didampingi tim kuasa hukumnya sekira pukul 14.00 WIB.
 
"Akhirnya kami hari ini ditangguhkan penahanannya. Ya kami sangat bersyukur, nanti di pengadilan kita akan uji di sana. Yang jelas kami sudah sampaikan semua ke penyidik, nanti kita akan sampaikan semua di sana (pengadilan)," kata Mustofa di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin, 3 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usai bebas, Mustofa akan mengecek kesehatan. Pasalnya dia sudah berencana melakukan operasi karena penyakit asam urat yang dideritanya, namun tertunda karena ditahan selama delapan hari.
 
Dia menyebut, setelah penahananya ditangguhkan akan kembali beraktivitas seperti biasa. Termasuk memenuhi panggilan ceramah.
 
Baca juga:Mustofa Nahrawardaya Mengakui Menyebar Hoaks
 
Mustofa berencana langsung ke Bengkulu. Dia akan memenuhi panggilan ceramah untuk Hari Raya Idulfitri.
 
"Tugas pertama kami nanti pas Idulfitri di Bengkulu, untuk tanggal 1 Syawal di Muhammadiyah Bengkulu," ujar dia.
 
Dia mengaku pihak kepolisian tidak memberikan syarat khusus ketika mengabulkan permohonan penangguhan penahanan. Dia juga tidak diharuskan menjalankan wajib lapor.
 
"Namanya penangguhan ya, ya tidak boleh lari meninggalkan Indonesia. Kita juga tidak boleh melakukan kejahatan lainya. Pokoknya tidak boleh melakukan pidana. Kita menghormati aturan itu," ujarnya.
 
Mustofa sebelumnya ditahan Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk 20 hari ke depan. Polisi bakal mengusut narasi beserta video dan foto di media sosial dari Mustofa yang meresahkan masyarakat.
 
Perintah penangkapan Mustofa tertuang dalam Surat Perintah Penangkapan bernomor SP Kap/61 V/ 2019/ Dittpidsiber. Mustofa diduga melanggar Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU ITE dan atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif