Gedung Merah Putih KPK. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Gedung Merah Putih KPK. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

KPK Dibanjiri Laporan Pertambangan di Kawasan Konservasi Papua Barat

Candra Yuri Nuralam • 15 Juli 2022 07:39
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan laporan adanya aktivitas pertambangan pada wilayah yang tidak diperbolehkan di Papua Barat. Beberapa laporan menyebut aktivitas pertambangan itu berada di kawasan konservasi dan cagar alam.
 
"Kita mendapat banyak laporan kegiatan pertambangan di Papua Barat ini, telah merambah kawasan hutan. Bahkan aktivitas pertambangan juga telah masuk ke kawasan konservasi dan cagar alam dan merusak daerah aliran sungai," kata Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK Dian Patria melalui keterangan tertulis, Jumat, 15 Juli 2022.
 
Dian enggan memerinci lokasi pertambangan yang melewati wilayah yang diizinkan itu. KPK meminta pemerintah setempat segera melakukan penataan di sektor pertambangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penataan sektor pertambangan di Papua Barat merupakan hal yang sangat mendesak untuk segera dilakukan," ujar Dian.
 

Baca: KPK Endus Pemanfaatan Danau Tondano Secara Ilegal


Kadis ESDM Papua Barat Johanes Tulus mengamini adanya aktivitas pertambangan ilegal di wilayahnya. Kebanyakan pertambangan ilegal itu terjadi di hulu Sungai Wariori dan Sungai Wasasari.
 
"Sekitar 100 kelompok penambang yang eksis di kedua kawasan tersebut," tutur Tulus.
 
Tulus menyebut para pekerja tambang ilegal itu menggunakan alar berat saat beroperasi. Menurutnya, sistem pembagian keuntungan pertambangan ilegal itu dilakukan dengan cara bagi hasil.
 
"Hasilnya, dibagi bersama antara para penambang dengan pemilik hak ulayat dalam bentuk gram emas atau uang," ucap Tulus.
 
Sekda Kabupaten Manokwari Henri Sembiring mengaku geram dengan adanya aktivitas tambang ilegal itu. Dia meminta seluruh aktivitas pertambangan ilegal itu disetop dalam waktu dekat.
 
"Kami khawatir, penambangan emas di hulu sungai akan berdampak pada pencemaran mercuri di air sungai yang menjadi sumber air bersih warga dan irigasi kawasan pertanian dan perkebunan," kata Henri. 
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif